BPI Danantara Tunjuk Luke Mahony Jadi Direktur Utama DSI

Share

PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) resmi memiliki nakhoda baru. Luke Thomas Mahony telah ditunjuk sebagai Direktur Utama anak usaha BPI Danantara tersebut, yang mengemban tugas mengelola ekspor sejumlah komoditas strategis nasional.

Seperti diberitakan oleh Bloombergtechnoz, Mahony merupakan sosok yang memiliki rekam jejak panjang di industri pertambangan global. Ia tercatat pernah berkarier di berbagai perusahaan multinasional maupun domestik.

Pendidikan tinggi Mahony seluruhnya ditempuh di University of New South Wales (UNSW), Australia. Ia meraih gelar Bachelor of Mining Engineering pada 2002, dilanjutkan dengan Master of Commerce Finance pada 2004, Master of Mining Engineering pada 2006, serta Master of Geomechanics pada 2009.

Perjalanan profesionalnya dimulai sebagai Shift Engineer di Baulderstone Hornibrook pada 2003–2004. Ia kemudian bekerja di Xstrata Coal sebagai Business Development Analyst sekaligus Mining Engineer dari April 2004 hingga Juni 2005.

Kariernya berlanjut di BHP Billiton dengan menduduki sejumlah posisi strategis. Jabatan tersebut di antaranya Geotechnical/Mining Engineer, Longwall Projects Coordinator, Superintendent Prestrip, Principal Business Analyst, Manager Reporting, Manager Production Projects, hingga Manager Production Prestrip.

Pada Juli 2014, Mahony bergabung dengan Vale SA, induk usaha Vale Indonesia. Di raksasa tambang tersebut, ia menempati posisi General Manager Resource Development & Long Term Planning, Technical Executive Global Coal Business, serta Global Head of Geology, Mine Engineering, Geotechnical, Tailings Dams and Technology.

Ia juga sempat dipercaya menjadi Global Head of Technology & Innovation Vale, Chief Technical Officer, hingga Director Technical di Vale Base Metals. Pada periode 2024–2025, Mahony menjabat sebagai Direktur sekaligus Chief Strategy and Technical Officer PT Vale Indonesia Tbk (INCO).

Setelah mundur dari emiten nikel tersebut, ia dipercaya menjadi Senior Executive Vice President (SEVP) Business Performance & Optimization Danantara sejak September 2025.

CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani membeberkan alasan di balik penunjukan pria berkewarganegaraan Australia tersebut untuk memimpin DSI.

"Ya kita kan melihat banyak pertimbangan juga, ini kan lebih menjadi track record-nya juga dan dia kan sangat memahami juga. Pengalaman sebelumnya, baik di perusahaan multinasional di Vale dan dia pun bisa Bahasa Indonesia juga, memang istrinya orang Indonesia," ungkap Rosan kepada awak media di Istana Negara, Jumat (22/5/2026).

Selain pengalaman di korporasi multinasional, Rosan menilai keahlian Mahony dalam bidang perdagangan komoditas sudah sangat mumpuni untuk mendukung kinerja lembaga.

"Tapi yang paling penting justru kita lihat pengalaman trading-nya ada, minerals-nya ada, jadi pimpinan di banyak perusahaan mineral, networking-nya juga baik dan yang paling penting kita lihat selama ini juga di Danantara kerjanya sangat-sangat baik," jelasnya.

Tahapan Implementasi Kebijakan Ekspor DSI

Sebagai badan ekspor, DSI nantinya bertugas melakukan pengawasan terhadap volume pengiriman, harga jual, hingga mekanisme pengapalan komoditas ke pasar internasional.

Kebijakan ini akan mulai diterapkan dalam dua tahap. Tahap awal bakal dimulai pada 1 Juni 2026, di mana para eksportir diwajibkan melaporkan seluruh transaksi ekspor komoditas sumber daya alam secara menyeluruh kepada DSI.

Pemerintah kemudian memanfaatkan data pelaporan tersebut untuk mengevaluasi kesesuaian harga ekspor dengan indeks pasar internasional serta tingkat harga yang dinilai wajar.

Selanjutnya, implementasi tahap II dijadwalkan berjalan pada 1 September 2026 dengan dimulainya kewajiban ekspor melalui DSI. Pemerintah akan melakukan evaluasi berkala terhadap kebijakan ini setiap tiga bulan pada kedua tahapan tersebut.

BPI Danantara ditargetkan mulai memberlakukan seluruh transaksi ekspor komoditas sumber daya alam strategis melalui platform digital yang siap diaktifkan pada Januari 2027.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author