Amerika Serikat Tolak Perubahan Status Quo Iran di Selat Hormuz

Share

Amerika Serikat menegaskan penolakan terhadap perubahan status quo oleh Iran di Selat Hormuz dalam pembicaraan tidak langsung di Doha, Qatar, yang selesai pada Jumat (3/7/2026), dilansir dari Detikcom. Berdasarkan laporan dari media Al Arabiya, Washington menyampaikan bahwa modifikasi apa pun di jalur perairan strategis tersebut akan dianggap sebagai pelanggaran kesepakatan awal kedua negara. Sikap serta pendekatan Teheran terhadap situasi di Selat Hormuz dipandang oleh pihak Amerika Serikat sebagai bentuk ujian pertama bagi komitmen mereka terhadap kesepakatan.

Oleh karena itu, Amerika Serikat dilaporkan terus melakukan pemantauan secara cermat terhadap segala pergerakan Iran di jalur perairan yang vital bagi pasokan energi global.

Washington juga menegaskan bahwa kemajuan terkait pencairan aset-aset Iran yang sedang dibekukan bakal bergantung sepenuhnya pada kepatuhan Teheran terhadap nota kesepahaman (MoU) yang berlaku. Pernyataan tersebut dilayangkan setelah militer Iran melontarkan peringatan mengenai dampak dari campur tangan Washington di wilayah Selat Hormuz.

"tegas dan cepat" ujar militer Iran. Pihak Teheran turut menyampaikan protes keras atas kehadiran jet tempur dan pesawat tanpa awak milik Amerika Serikat yang dinilai mengancam stabilitas keamanan kawasan.

Terkait hal itu, komando operasional gabungan militer Iran mengeluarkan instruksi agar seluruh kapal komersial dan tanker minyak mengikuti jalur navigasi yang mereka tetapkan. "respons langsung dan tegas" tegas Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, markas operasional gabungan militer Iran. Sebagai informasi, Amerika Serikat dan Iran telah menandatangani MoU pada pertengahan Juni lalu yang mengatur gencatan senjata selama 60 hari serta pencabutan blokade laut.

Proses negosiasi teknis lanjutan yang dimediasi oleh Pakistan dan Qatar sempat tertunda akibat prosesi pemakaman mantan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Seorang sumber senior menyatakan bahwa putaran negosiasi teknis berikutnya antara Amerika Serikat dan Iran dijadwalkan bakal berlangsung pada 18 Juli mendatang.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author