Timnas Spanyol Tekuk Austria Dua Gol Tanpa Balas di Los Angeles

Share

Tim nasional Spanyol sukses menundukkan Austria dengan skor 2-0 dalam pertandingan babak gugur Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Stadion Los Angeles, Amerika Serikat, pada Jumat pukul 02.00 WIB.

Kemenangan skuad asuhan Luis de la Fuente ini dipastikan melalui gol penyerang Real Sociedad, Mikel Oyarzabal, pada menit ke-36 serta sundulan bek kanan Pedro Porro pada menit ke-66. Hasil ini membawa La Roja melaju ke babak 16 besar sekaligus memecahkan rekor pertahanan melalui penjaga gawang Unai Simon yang melampaui catatan waktu tidak kebobolan milik Iker Casillas di Piala Dunia.

Pertandingan ini sempat diwarnai keputusan kontroversial ketika gol pembuka dari Marc Cucurella dianulir oleh wasit Glenn Nyberg karena dugaan pelanggaran terhadap kiper Austria, Alexander Schlager. Mantan penjaga gawang Manchester City, Joe Hart, mengkritik keras pembatalan gol tersebut yang dinilainya terlalu lemah.

"Premier League goalkeepers are going to be throwing their food and drink at the TV watching this," kata Joe Hart.

Hart menilai bahwa benturan yang terjadi di area penalti merupakan hal yang wajar dalam perebutan bola di udara.

"For this to be disallowed… Schlager, I watched his reaction, I don’t think it’s a foul. It’s really not.

It’s really soft. It’s just people challenging for the ball," ujar Joe Hart.

Ia menambahkan bahwa kontak yang terjadi sama sekali tidak mengganggu pergerakan tangan sang penjaga gawang secara ilegal.

"Sometimes I can understand it if you get your hands knocked away or taken away from you. That's just an innocent challenge, and he gets bullied a little bit. Of course, he does," tutur Joe Hart.

Menurut Hart, keputusan cepat dari wasit sangat menguntungkan pihak lawan yang sebenarnya telah kebobolan.

"It's a good finish from Cucurella, but honestly, when you see the referee with a whistle in his mouth, not facing the goal, you're (Schlager) absolutely delighted there. He's got away with one. No getting away from it," ucap Joe Hart.

Kendati demikian, Hart mengakui adanya masalah taktis terkait situasi saling dorong di area penalti.

"something needed to be done," kata Joe Hart.

Ia menganggap fenomena penumpukan pemain di depan gawang tersebut sudah mulai tidak terkendali.

"getting out of hand," ujar Joe Hart.

Secara keseluruhan, dirinya merasa kecewa karena turnamen ini harus kehilangan momen gol-gol yang berkualitas.

"two perfectly good goals," tutur Joe Hart.

Komentator BBC, Danny Murphy, juga menyuarakan pandangan serupa yang menilai tidak ada tindakan pelanggaran aktif dari pemain Spanyol kepada Alexander Schlager.

"I can’t see anything on the goalkeeper," kata Danny Murphy.

Murphy melihat posisi pemain Spanyol hanya berdiri di depan kiper tanpa melakukan dorongan fisik.

"There is a man in front of him, but he's not fouling him," ujar Danny Murphy.

Oleh karena itu, ia berpendapat bahwa gol yang dicetak oleh Cucurella tersebut sepenuhnya sah.

"I don’t think that should be disallowed, there’s nothing in that at all," ucap Danny Murphy.

Murphy juga menilai bahwa keputusan yang diambil oleh pengadil lapangan di Los Angeles ini sangat merugikan bagi kubu Spanyol.

"I think it’s very, very harsh, and I’m really glad that Darren agreed with me. More evidence that I could work in VAR!" tutur Danny Murphy.

Namun, ia memuji ketenangan para pemain Spanyol yang tidak terpengaruh oleh keputusan kontroversial tersebut dan tetap fokus menyerang.

"Unfortunately when you’re playing the game, those little decisions, you can only look back later and feel hard done by. You haven’t got time to dwell on it. You’ve just got to get on, keep making the chances, keep getting in there," kata Danny Murphy.

Karakter permainan penuh kesabaran menjadi kunci utama keberhasilan mereka untuk langsung bangkit mencetak gol lewat Oyarzabal.

"We know the Spanish are patient anyway. They won’t get flustered. They’ll just keep doing what they’re doing," ujar Danny Murphy.

Pakar wasit BBC, Darren Cann, turut membenarkan analisis dari Murphy dan menyatakan bahwa insiden tersebut murni tantangan yang adil.

"I don’t see a foul," kata Darren Cann.

Cann melihat adanya kesamaan pola keputusan ini dengan penganuliran gol sundulan Jonathan Tah pada laga Jerman sebelumnya.

"It's very similar to the Tah header in the Germany game that also got disallowed wrongly, in my opinion," tutur Darren Cann.

Secara teknis aturan fisik, Cann menegaskan bahwa aksi kompetisi bola atas tersebut tidak melanggar hukum permainan.

"This is a fair challenge for the ball. I would have given the goal, but I understand why it's been disallowed, bearing in mind the Germany game that I've just referred to," ucap Darren Cann.

Meski keputusan itu konsisten dengan garis kebijakan turnamen, ia meyakini gol tersebut akan tetap disahkan jika terjadi di kompetisi domestik Inggris.

"So it's consistent with the refereeing earlier in the tournament, but certainly in the Premier League, those would be given," ujar Darren Cann.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author