Iran Bersiap Gelar Pemakaman Ali Khamenei dan Ancam Balas Serangan

Share

Pemerintah Iran bersiap menyelenggarakan upacara pemakaman akbar untuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei di Teheran sembari menegaskan komitmen mereka untuk melakukan aksi balasan terhadap pihak pelaku serangan pada waktu yang tepat.

Persiapan seremoni besar-besaran tersebut kini tengah berlangsung di kompleks Grand Mosalla, Teheran, sebagaimana dilansir dari Detikcom melalui media Iran, Press TV, pada Kamis (2/7/2026). Langkah pengamanan dan pengaturan logistik diintensifkan mengingat estimasi kehadiran pelayat yang luar biasa masif.

Otoritas terkait memperkirakan ritual pelepasan jenazah ini akan dihadiri oleh sekitar 15 juta hingga 20 juta orang, menjadikannya salah satu prosesi pemakaman kenegaraan terbesar sepanjang sejarah negara tersebut. Prosesi terbuka bagi publik dijadwalkan dimulai pada Sabtu (4/7) mendatang.

Penegasan mengenai sikap politik dan militer pasca-insiden dilontarkan oleh petinggi keamanan yang baru ditunjuk. Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohammad Baqer Zolqadr, menyatakan posisi strategis negara terkait wafatnya sang pemimpin.

"Kepalan tangan Pemimpin yang gugur pada saat wafatnya akan tetap menjadi simbol abadi doktrin keamanan nasional Iran," kata Mohammad Baqer Zolqadr, sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.

Zolqadr merupakan komandan veteran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) yang mengisi jabatan tersebut sejak 24 Maret demi menggantikan Ali Larijani yang tewas dalam operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel. Ia menggarisbawahi bahwa agenda pembalasan tetap menjadi prioritas utama Teheran.

"Berkas pembalasan atas darah suci Khamenei yang Agung dan para martir Iran yang tertindas tetap terbuka," tegas Zolqadr.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi peringatan langsung bagi negara-negara yang terlibat dalam eskalasi konflik bersenjata sebelumnya. Pihak Iran memastikan tindakan hukum atau militer sekuler akan tetap membayangi para perencana serangan.

"Para pelaku dan mereka yang memerintahkan kejahatan ini, pada waktu yang tepat — yang tidak akan lama lagi — akan menghadapi hukuman yang setimpal di tangan 'unsur-unsur yang benar'," imbuhnya.

Khamenei sendiri wafat pada usia 86 tahun di Teheran pada 28 Februari lalu akibat serangan udara. Pelaksanaan pemakaman sempat tertunda akibat berkecamuknya pertempuran di kawasan Timur Tengah, sebelum akhirnya disepakati gencatan senjata antara pihak Iran dan Amerika Serikat baru-baru ini.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: Ali Khamenei Iran Timur Tengah
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author