Kemendagri Tingkatkan Kompetensi 434 Kepala Desa Melalui Program Kuliah di UI
Kementerian Dalam Negeri membuka program Kepala Desa Masuk Kampus Angkatan I di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, untuk meningkatkan kompetensi 434 kepala desa dari 162 kabupaten/kota di 20 provinsi, Selasa (30/6/2026). Sebanyak 434 aparatur desa tersebut menjalani program kuliah kilat yang merupakan bentuk kolaborasi antara Kemendagri, UI, pemerintah daerah, serta pemerintah desa dalam mengembangkan inovasi dan tata kelola desa, sebagaimana dilansir dari Detikcom. Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kemendagri, La Ode Ahmad Pidana Bolombo, menjelaskan bahwa program ini menjadi wujud nyata dalam memperkuat kapabilitas kepemimpinan para kepala desa di Indonesia melalui jalur pendidikan resmi.
"Program Kepala Desa Masuk Kampus merupakan langkah konkret untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan kepala desa melalui kolaborasi antara Kemendagri, Universitas Indonesia, pemerintah daerah, dan pemerintah desa," ujar La Ode Ahmad Pidana Bolombo, Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kemendagri melalui keterangan tertulis, Rabu (1/7/2026).
Pemerintah pusat berharap agar seluruh materi dan pemikiran inovatif yang diperoleh dari universitas dapat diimplementasikan secara nyata demi kesejahteraan masyarakat desa. "Kami berharap para kepala desa mampu membawa inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat serta memperkuat tata kelola pemerintahan desa yang semakin baik, profesional, dan adaptif terhadap perkembangan zaman," sambung La Ode Ahmad Pidana Bolombo, Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kemendagri.
Acara pembukaan di Balai Purnomo Prawiro, FISIP UI tersebut turut dihadiri oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, Rektor UI Heri Hermansyah, serta jajaran akademisi. Rektor UI Heri Hermansyah menerangkan bahwa program ini bertujuan mengintegrasikan ilmu pengetahuan dan riset kampus agar dapat diaplikasikan langsung untuk mengoptimalkan potensi lokal desa.
Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto memberikan penegasan mengenai signifikansi posisi desa sebagai fondasi utama dalam roda pembangunan dan pertumbuhan ekonomi nasional. "Desa merupakan ujung tombak pembangunan nasional. Kemajuan desa akan memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah," kata Bima Arya Sugiarto, Wakil Menteri Dalam Negeri. Seluruh peserta dari berbagai wilayah seperti Sumatera, Jawa, Kalimantan, hingga Sulawesi kini mengikuti kelas intensif yang terbagi dalam 17 kelas dengan fokus pada enam bidang inovasi utama.