KPK Cari Bupati dan Sekda Kuansing Terkait OTT Suap Jabatan

Share

Komisi Pemberantasan Korupsi mencari Keberadaan Bupati Kuantan Singingi Suhardiman Amby dan Sekretaris Daerah Zulkarnaen yang menghilang saat operasi tangkap tangan di Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, pada Selasa (30/6/2026). Penyelidikan mendalam tengah dilakukan oleh lembaga antirasuah tersebut demi mendalami potensi kebocoran informasi mengenai operasi senyap ini, sebagaimana dilansir dari Detikcom. "Kami akan terus menelusuri informasi tersebut. Yang pasti memang tim melakukan pencarian kepada pihak terkait di antaranya Bupati dan Sekda yang sampai saat ini belum ditemukan posisinya," kata jubir KPK Budi Prasetyo di gedung KPK, Jakarta, Selasa (30/6/2026).

Pihak berwenang menegaskan bahwa pelacakan terhadap kedua pejabat teras di Kabupaten Kuantan Singingi tersebut masih berlangsung di lapangan.

"Kami mengimbau dalam kesempatan ini kepada Bupati dan Sekda Kuansing untuk koperatif menyerahkan diri ke KPK sehingga proses hukum yang berjalan bisa dilakukan secara efektif," jelas Budi Prasetyo. Sebanyak 10 orang berhasil diamankan dalam operasi terpisah, dengan rincian sembilan orang ditangkap di wilayah Kuantan Singingi dan satu orang lainnya ditangkap di Jakarta.

"Tim juga mengamankan sejumlah barang bukti dalam operasi tangkap tangan ini, yaitu barang bukti elektronik berupa bukti transaksi keuangan," jelas Budi Prasetyo. Dari total pihak yang terjaring, lima orang yang terdiri atas aparatur sipil negara Pemkab Kuansing, pihak swasta, dan seorang kerabat ASN telah dibawa menuju Jakarta untuk pemeriksaan intensif.

Selain dokumen elektronik, tim penyidik turut menyita sebuah unit mobil yang diduga kuat menjadi bagian dari alat bukti dalam perkara suap jual beli jabatan tersebut. Komisi Pemberantasan Korupsi menjadwalkan pelaksanaan konferensi pers resmi untuk memaparkan konstruksi perkara ini pada Rabu (1/7/2026) esok.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: korupsi KPK OTT Kuansing
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author