Spanyol Fokus Maksimalkan Peran Lamine Yamal Hadapi Austria

Share

Tim nasional Spanyol fokus memaksimalkan potensi Lamine Yamal menjelang laga babak 32 besar Piala Dunia FIFA 2026 melawan Austria di Los Angeles, setelah menyelesaikan latihan di Chattanooga, Tennessee pada Senin (29/6/2026).

Dilansir dari ESPN, Spanyol lolos sebagai juara Grup H meskipun sempat tampil kurang meyakinkan saat melawan Tanjung Verde dan Uruguay, sementara Yamal terus berjuang memulihkan kebugaran pascacidera. Bek kanan Spanyol, Marcos Llorente, menjelaskan perkembangan kemitraannya dengan pemain muda tersebut dalam konferensi pers.

"Sedikit demi sedikit, kami mulai saling mengenal," ujar Marcos Llorente, bek kanan Spanyol.

Llorente menilai bahwa Yamal memiliki kemampuan individu luar biasa yang tidak selalu membutuhkan sokongan pemain lain di dekatnya saat menyerang.

"Lamine adalah pemain yang tidak membutuhkan banyak bantuan [dalam menyerang]. Terkadang itu justru memperburuk keadaan. Cara terbaik adalah memberikan bola kepadanya, dan Anda tetap di belakang, membiarkannya dalam situasi satu lawan satu, dan tidak membawa pemain yang menjaga Anda ke tempat dia berada," kata Marcos Llorente, bek kanan Spanyol.

Pemain asal Atlético Madrid ini menambahkan bahwa adaptasi taktik di lapangan sangat krusial demi memfasilitasi keunggulan rekan setimnya itu.

"Anda harus melihat apa yang terbaik untuknya, sebagai pemain yang membuat perbedaan. Ada momen untuk maju ke depan, dan ada momen untuk tidak melakukannya," tutur Marcos Llorente, bek kanan Spanyol.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan meminta saran dari Eric García yang sering bermain bersama Yamal di Barcelona, Llorente mengaku belum melakukannya secara langsung.

"Sejujurnya saya belum bertanya kepada Eric," ucap Marcos Llorente, bek kanan Spanyol.

Meski demikian, tim pelatih di bawah arahan Luis de la Fuente terus memberikan analisis taktis melalui tayangan video untuk mematangkan kerja sama tim.

"Tapi ya [kami telah melihat] video, pelatih [Luis de la Fuente] meminta beberapa hal dari kami, siapapun bek sayapnya," jelas Marcos Llorente, bek kanan Spanyol.

Komunikasi intensif secara langsung di lapangan juga menjadi kunci utama dalam membangun kesepahaman antarpemain.

"Dengan Lamine, Anda bertukar pendapat, bertanya kepadanya apa yang dia butuhkan, apakah dia membutuhkan Anda untuk maju atau tidak. Anda juga membicarakannya dalam pertandingan. Semakin banyak komunikasi, semakin baik," tambah Marcos Llorente, bek kanan Spanyol.

Selain membahas Yamal, Llorente memberikan simpati mendalam kepada Nico Williams yang mengalami cedera saat melawan Uruguay dan sempat meluapkan kekecewaannya di media sosial.

"Anda bisa membaca beberapa kata di media sosial, tetapi Anda tidak benar-benar tahu bagaimana kondisi orang tersebut," ungkap Marcos Llorente, bek kanan Spanyol.

Cedera ini menjadi pukulan telak bagi Williams setelah menjalani musim yang berat bersama klubnya.

"Ini adalah momen yang sangat sulit baginya, setelah tahun yang dia lalui. Tapi itu adalah bagian dari pekerjaan kami," kata Marcos Llorente, bek kanan Spanyol.

Kendati demikian, kondisi psikologis Williams dilaporkan sudah mulai membaik di ruang ganti tim.

"Dia sekarang menghadapinya dengan jauh lebih baik, dia memiliki senyuman yang sama seperti biasanya. Tentu saja dia akan merasa sakit di dalam karena tidak bisa membantu tim," ujar Marcos Llorente, bek kanan Spanyol.

Skuat Spanyol tetap berharap sang penyerang sayap bisa kembali pulih apabila La Roja mampu melangkah lebih jauh di turnamen.

"Jika kita melangkah jauh, mungkin dia bisa membantu kita di beberapa titik," tutur Marcos Llorente, bek kanan Spanyol.

Dilansir dari Barcablaugranes, Llorente juga menekankan pentingnya pengertian taktis mengingat adanya perbedaan gaya bermain antara klubnya dengan tim nasional.

"Saya mengenal Lamine sedikit demi sedikit. Dia tidak membutuhkan banyak bantuan. Terkadang, misalnya, justru lebih buruk untuk bergabung dengannya dalam serangan karena Anda akhirnya menarik bek lain ke arahnya," kata Marcos Llorente, bek kanan Spanyol.

Pergerakan overlap dari posisi bek kanan harus dilakukan secara selektif agar tidak menutup ruang gerak Yamal.

"Dialah yang membuat perbedaan; ada momen ketika Anda perlu tumpang tertindih (overlap) dengannya dan ada momen ketika Anda tidak boleh melakukannya," ujar Marcos Llorente, bek kanan Spanyol.

Llorente mengakui filosofi bertahan dan serangan balik cepat di Atlético sangat berbeda dengan pendekatan penguasaan bola yang diusung Spanyol.

"Gaya permainan Atlético tidak ada hubungannya dengan tim nasional. Keduanya adalah dua filosofi berbeda dan cara menyerang yang berbeda," sebut Marcos Llorente, bek kanan Spanyol.

Evaluasi berkala melalui video taktis terus dilakukan oleh pelatih Luis de la Fuente untuk menyamakan visi seluruh anggota skuat.

"Saya bertukar pandangan dengan Lamine dan bertanya apa yang dia butuhkan. Kami bahkan berbicara selama pertandingan. Semakin banyak komunikasi there is, semakin baik keadaan berjalan. Luis de la Fuente menunjukkan video kepada kami untuk membantu kami membangun kemitraan dan menuntut standar tinggi dari kami, sama seperti orang lain," kata Marcos Llorente, bek kanan Spanyol.

Sebagai penutup, Llorente mengingatkan bahwa kesuksesan di Piala Dunia tidak bisa diraih secara instan oleh individu melainkan melalui kerja keras kolektif.

"Saya tidak berpikir bintang bisa menang tanpa tim mereka. Mereka membutuhkan tim di belakang mereka. Mereka penting, tetapi ini bukan Piala Dunia untuk bintang-bintang saja," tegas Marcos Llorente, bek kanan Spanyol.

Berdasarkan simulasi peringkat FIFA yang dirilis Fox Sports, pemenang laga melawan Austria ini diproyeksikan akan menghadapi Portugal di babak 16 besar yang dijadwalkan berlangsung di Dallas.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author