Memahami Tahapan Perkembangan Bayi Usia 1 Tahun Menurut Ahli

Share

Tahapan perkembangan menjadi tolok ukur bagi orang tua untuk mengetahui kemampuan yang umumnya bisa dilakukan anak pada usia tertentu. Dokter menggunakan indikator ini guna memastikan tumbuh kembang anak berjalan sesuai harapan. Setiap anak memiliki kecepatan perkembangan yang bervariasi.

Seperti dilansir dari HaiBunda, tahapan perkembangan ini dikelompokkan ke dalam pertumbuhan fisik, kognitif, emosional dan sosial, bahasa, serta sensorik dan motorik. Memasuki umur 1 tahun, anak biasanya mengalami pertumbuhan panjang badan sekitar 25 cm sejak lahir, dengan ukuran total berkisar antara 71 cm hingga 81 cm.

Dikutip dari Healthline, mayoritas bayi telah melipatgandakan berat badan lahir mereka saat berada di rentang usia 9 hingga 12 bulan. Kecepatan penambahan berat badan akan melambat setelah ulang tahun pertama.

Pada periode ini, lingkar kepala anak umumnya mencapai 46 cm dan ubun-ubun atau fontanel tengkorak mulai menutup. Proporsi fisik anak usia 1 tahun masih menyerupai bayi dengan kepala relatif besar dan perut menonjol. Pertumbuhan gigi juga terus berlangsung pada usia ini. Dua gigi depan bagian atas dan bawah biasanya menjadi gigi yang pertama kali tumbuh pada struktur mulut anak.

Kemampuan Komunikasi dan Bicara

Perkembangan kemampuan bicara setiap anak bersifat individual sehingga orang tua diimbau tidak membandingkan dengan anak seusianya. Berdasarkan data dari KidsHealth, anak usia 1 tahun umumnya sudah menunjukkan kemampuan komunikasi tertentu. Anak pada usia ini biasanya mampu mengucapkan satu atau dua kata di luar panggilan "Bunda" dan "Ayah". Mereka juga aktif meniru kata-kata yang diucapkan oleh orang tua di sekitarnya.

Kemampuan bicaranya ditandai dengan produksi suara yang menyerupai ucapan, lengkap dengan ekspresi wajah dan nada suara. Anak juga mulai memahami banyak kosakata meski belum bisa melafalkannya. Komunikasi non-verbal turut berkembang dengan baik.

Anak usia 1 tahun sudah dapat melambaikan tangan untuk berpamitan, membuat isyarat menunjuk mainan, serta memahami kata "ya" dan "no". Mereka juga mulai mengenali serta menunjuk satu hingga tiga bagian tubuh saat diminta. Nama-nama mainan atau hewan peliharaan yang sering berinteraksi dengan mereka pun sudah mulai dikenali.

Perkembangan Sosial dan Emosional

Interaksi dengan orang tua dan lingkungan sekitar menjadi hal yang disukai balita usia 1 tahun. Mereka mulai menunjukkan preferensi terhadap objek atau orang yang menarik perhatian mereka.

Anak seusia ini gemar memainkan permainan interaktif seperti tepuk tangan. Di sisi lain, mereka kerap menangis ketika ditinggal pengasuh dan menunjukkan sikap malu di depan orang asing.

Ikatan emosional yang kuat mulai terbentuk dengan pengasuh utamanya. Anak juga mulai memperhatikan reaksi orang tua terhadap tindakan mereka dan biasanya memiliki satu mainan favorit.

Aspek Kognitif dan Kemampuan Berpikir

Kemampuan berpikir anak berkembang pesat pada usia 1 tahun. Mereka mulai bisa memasukkan benda kecil seperti balok ke dalam wadah kotak secara terarah.

Anak juga mampu mencari objek yang sengaja disembunyikan di hadapan mereka, misalnya buku di bawah selimut. Mereka mahir meniru gerakan motorik sederhana seperti lambaian tangan.

Penggunaan benda-benda di sekitar mereka mulai disesuaikan dengan fungsi aslinya, seperti cangkir atau sisir. Kemampuan mengikuti perintah sederhana seperti melempar bola juga mulai terlihat.

Pencapaian Fisik dan Motorik Aktif

Aktivitas fisik anak usia 1 tahun ditandai dengan gerakan yang aktif. Mereka umumnya sudah bisa berdiri sendiri, baik secara mandiri maupun dengan berpegangan pada perabot rumah.

Proses berjalan sambil merambat pada furnitur menjadi pemandangan umum. Dengan bantuan orang dewasa, anak usia ini juga mulai belajar minum dari cangkir yang tidak memiliki penutup.

Kemampuan motorik halus ditunjukkan melalui cara mengambil potongan makanan kecil menggunakan ibu jari dan jari telunjuk. Anak juga menunjukkan rasa percaya diri saat memanjat di area bermain.

Stimulasi dan Tanda Kewaspadaan Dokter

Orang tua dapat mendorong perkembangan anak melalui penyediaan mainan yang mendukung eksplorasi. Wadah penyimpanan, buku bergambar, mainan dorong, mainan musik, krayon tebal, serta obrolan saat makan bisa menjadi sarana stimulasi.

Pemeriksaan ke dokter perlu dilakukan jika anak belum menunjukkan bentuk mobilitas mandiri seperti merangkak atau menggeser pantat. Orang tua juga harus waspada jika anak belum bisa berdiri walau sudah dibantu dengan berpegangan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author