Sassuolo Terancam Tanpa Jay Idzes Hadapi Parma pada Laga Pamungkas

Share

Bek andalan Sassuolo sekaligus kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, masih diragukan kondisinya menjelang laga pamungkas Serie A 2025/2026. Seperti dilansir dari Bola, pemain tersebut masih menjalani pemulihan cedera tumit sejak tiga pekan terakhir.

Sassuolo dijadwalkan melakoni laga terakhir pekan ke-38 Serie A 2025/2026 dengan melawat ke markas Parma di Stadion Ennio Tardini, Minggu (24/5/2026) malam WIB. Pertandingan ini tidak ada pengaruhnya lagi untuk kedua tim yang sama-sama tetap berada di Serie A musim depan.

Sassuolo mengunci peringkat ke-11, sementara Parma berada di urutan ke-13. Namun, Jay Idzes belum dapat dipastikan bakal ikut bermain di laga terakhir musim ini karena pelatih Sassuolo, Fabio Grosso, masih menunggu kondisinya setelah absen di dua pertandingan sebelumnya.

Sassuolo menelan dua kekalahan beruntun di Serie A, masing-masing dari Torino (1-2) di pekan ke-36 dan Lecce (2-3) di pekan ke-37. Dalam dua pertandingan tersebut, Sassuolo tidak diperkuat Jay Idzes.

Bek berusia 25 tahun itu sudah menepi sejak pertandingan Sassuolo versus AC Milan pada pekan ke-35. Kala itu timnya menang meyakinkan 2-0, namun Jay Idzes tak dapat melanjutkan permainan sejak menit ke-40 karena masalah tumit.

Selama diperkuat Jay Idzes, Sassuolo meraih 14 kemenangan, tujuh hasil imbang, dan 13 kekalahan. Dari seluruh penampilannya musim ini, gawang Sassuolo memang jebol 42 kali, namun mereka mencatat delapan pertandingan tak kebobolan alias clean sheet.

Ketika Sassuolo tak diperkuat Jay Idzes dalam tiga laga musim ini, semua berujung kekalahan dan kebobolan tujuh gol. Tren minor Sassuolo dalam beberapa pertandingan terakhir dinilai ada pengaruh dari absennya sang bek tengah.

Media lokal Italia, Sassuolo News, ikut mengulas pengaruh besar sang pemain dalam skuad tersebut.

"Jay Idzes bukan hanya salah satu bek tengah andalan Sassuolo. Secara statistik, Idzes menjadi salah satu pemain paling berpengaruh di seluruh skuad Neroverdi. Ketika pemain Indonesia ini berada di lapangan, Sassuolo kebobolan rata-rata 1,23 gol per pertandingan, dengan total 42 gol dalam 34 pertandingan," tulis Sassuolo News, Kamis (21/5/2026).

"Tanpa dirinya, rata-rata kebobolan meningkat drastis menjadi 2,33 gol per pertandingan (7 gol kebobolan hanya dalam 3 pertandingan, 5 gol dalam dua pertandingan terakhir melawan Torino dan Lecce, dan 2 gol pada pertandingan pembuka melawan Lecce)," lanjut media tersebut.

Statistik tersebut menjadi gambaran betapa pentingnya kehadiran Jay Idzes bagi keseimbangan tim Fabio Grosso, khususnya di sektor pertahanan. Performa pertahanan tim tampak lebih rapuh dan kurang terorganisir justru pada pertandingan-pertandingan di mana ia absen.

"Permainan membangun serangan yang terampil, timing yang luar biasa dalam duel udara, kepemimpinan, dan antisipasi: Idzes telah membawa ke tim hitam-hijau semua kualitas yang membuatnya terkenal pertama kali di Venezia dan kemudian bersama tim nasional Indonesia," jelas dalam ulasan tersebut.

Di usia 25 tahun, ia menikmati salah satu musim terbaiknya di Serie A, sekaligus mengukuhkan statusnya sebagai bek tengah modern dan lengkap.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: Jay Idzes Sassuolo Serie A
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author