BPS Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kreatif Lewat Teknologi

Share

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menyatakan perkembangan teknologi termasuk kecerdasan artifisial (AI) memicu pertumbuhan pesat subsektor ekonomi kreatif di Jakarta pada Senin (29/6/2026).

Dilansir dari Bloomberg Technoz, tiga subsektor ekonomi kreatif digital mencatat pertumbuhan dua digit karena kedekatannya dengan teknologi modern tersebut. Data BPS menunjukkan subsektor aplikasi dan game developer memimpin dengan pertumbuhan 18,22% pada 2025, disusul film, animasi, dan video sebesar 17,59%, serta fotografi yang mencapai 10,15%.

Akselerasi ini dinilai berpotensi menjadi mesin pertumbuhan baru bagi ekonomi kreatif meskipun kontribusi PDB saat ini masih di bawah sektor kuliner dan fashion.

"Tentunya tiga subsektor yang pertumbuhannya sudah mencapai double digit tersebut memiliki kaitan dengan perkembangan teknologi. Perkembangan teknologi memang sangat pesat. Sekarang masyarakat juga mulai memanfaatkan AI untuk membuat animasi dan berbagai bentuk karya kreatif lainnya. Hal itu tentu menjadi bagian dari perkembangan ekonomi kreatif," kata Amalia, Kepala BPS.

Pemerintah dapat menggunakan data pertumbuhan ini sebagai dasar intervensi kebijakan demi mendukung pengembangan subsektor ekonomi kreatif yang sedang melaju pesat.

"Walaupun secara share kontribusinya belum setinggi fashion dan kuliner, tetapi kalau pertumbuhannya cepat, kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif akan luar biasa. Lama-kelamaan kontribusinya terhadap ekonomi kreatif juga akan semakin besar," ujar Amalia, Kepala BPS.

Sektor ini dinilai unggul karena mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang luas bagi masyarakat. Sebagai langkah penguatan data dasar, seluruh pelaku usaha ekonomi kreatif diimbau untuk berpartisipasi dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author