Ukraina Serang Pabrik Militer dan Stasiun Minyak Rusia
Ukraina melancarkan serangan udara menggunakan rudal Flamingo ke sebuah pabrik militer di Volgograd dan mengerahkan drone ke stasiun minyak di wilayah Vladimir dekat Moskow pada Minggu, 28 Juni 2026, dilansir dari Bloombergtechnoz. Aksi militer jarak jauh tersebut sengaja diintensifkan oleh pihak Kyiv dengan target melumpuhkan infrastruktur industri serta pasokan energi Rusia demi memaksa Kremlin bersedia menuju meja perundingan guna mengakhiri peperangan. "Malam ini, rudal FP-5 Flamingo berhasil menghantam pabrik Titan-Barrikady di Volgograd," kata Presiden Volodymyr Zelenskyy dalam sebuah pernyataan Telegram.
Kompleks industri yang menjadi sasaran tembak di Volgograd itu merupakan fasilitas manufaktur besar yang digunakan militer Rusia untuk memproduksi sistem artileri, peralatan militer khusus, hingga komponen peluncur rudal.
"Tekanan kitalah yang setiap hari meletakkan dasar bagi perdamaian yang adil untuk akhirnya tercapai," tambah Zelenskyy. Secara terpisah, Dinas Keamanan Ukraina mengonfirmasi serangan drone mereka menyasar stasiun Vtorovo yang mengelola jaringan pipa produk minyak ke wilayah sekitar Moskow dan pelabuhan Baltik Rusia di Primorsk.
Operasi sabotase energi ini merupakan bagian dari manuver pengaruh selama 40 hari yang diinisiasi pihak Kyiv, sekaligus menjadi insiden kedua bulan ini yang menghantam stasiun Vtorovo. Gubernur Volgograd Andrey Bocharov mengonfirmasi melalui Telegram bahwa sebuah fasilitas di kawasan industri Volgograd mengalami kerusakan akibat serangan tersebut, namun kobaran api dapat dipadamkan dengan cepat.
"Api dengan cepat dipadamkan," katanya. Dampak dari serangan di Volgograd tersebut menyebabkan sebelas orang harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis, sementara satu orang dilaporkan meninggal dunia.