IMO Evakuasi Ribuan Pelaut Pascapembukaan Selat Hormuz
Sebanyak 2.500 pelaut berhasil dievakuasi setelah 115 kapal melintas sejak pembukaan kembali jalur pelayaran Selat Hormuz pada Selasa, 23 Juni 2026. Evakuasi massal di kawasan vital distribusi minyak dunia tersebut dilakukan menyusul situasi keamanan yang sempat memanas akibat konflik regional.
Perkembangan terbaru mengenai pemulihan jalur laut ini disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Organisasi Maritim Internasional (IMO), Arsenio Dominguez, pada Jumat, 26 Juni 2026, sebagaimana dilansir dari Detikcom. IMO sebelumnya sempat menghentikan sementara proses penyelamatan terhadap sekitar 600 kapal dan 11.000 pekerja laut pada hari Kamis karena adanya serangan agresif yang menyasar sebuah kapal di perairan Teluk Oman.
Proses pemulihan aktivitas maritim kini mulai menunjukkan hasil positif dalam beberapa hari terakhir setelah sempat terhambat ketegangan bersenjata.
"115 (kapal) telah dievakuasi dalam tiga setengah hari terakhir, yang mencakup sekitar 2.500 pelaut yang kini telah meninggalkan Selat Hormuz dengan selamat," kata Dominguez dalam konferensi pers daring.
Penutupan awal jalur perdagangan internasional ini dilakukan oleh pemerintah Iran ketika fase awal pertempuran pecah. Pemulihan arus lalu lintas kapal baru terlaksana pada pekan lalu setelah tercapainya konsensus diplomatik antara pihak Washington dan Teheran.
Meski demikian, situasi sempat kembali tidak menentu pada hari Sabtu lalu ketika pihak Teheran mengumumkan penutupan sepihak secara mendadak. Langkah tersebut diambil otoritas Iran sebagai bentuk respons langsung atas operasi serangan militer yang dilancarkan Israel di wilayah Lebanon.
Ketegangan tersebut akhirnya mereda setelah delegasi kedua negara mengadakan pertemuan intensif di Swiss. Teheran dan Washington sepakat membentuk saluran komunikasi khusus demi mencegah terjadinya kesalahpahaman strategis sekaligus mengamankan koridor pelayaran yang memasok seperlima kebutuhan minyak global tersebut.