PBB Ingin Perusahaan AI Bongkar Seberapa Besar Dampak Artificial Intelligence Terhadap Lingkungan
Perkembangan AI belakangan ini dinarasikan sebagai alat yang sangat membantu pekerjaan manusia. Pekerjaan yang biasanya menjadi rutinitas membosankan kini bisa digantikan dengan AI. Tetapi, apakah benar kehadiran AI hanya membawa manfaat?
PBB Ingin Perusahaan AI Bongkar Seberapa Besar Dampak Artificial Intelligence Terhadap Lingkungan
Berbagai studi memperlihatkan kalau kehadiran AI punya dampak secara langsung mau pun tidak langsung pada lingkungan. AI disebutkan punya andil dalam membuat perubahan iklim yang disebabkan manusia.
Menurut Sekretaris Jendral Perserikatan Bangsa-Bangsa, Antonio Guterres dalam acara London Climate Action Week, jika AI benar AI diposisikan untuk membawa manfaat bagi manusia, maka para perusahaan dibaliknya harus bongkar seberapa besar biaya yang harus kita bayar saat ini.
Biaya yang dimaksud adalah seberapa besar dampak terhadap lingkungan yang ditimbulkan oleh AI. Seperti yang kita kethui, data center yang digunakan biasanya memerlukan pasokan air bersih dalam jumlah banyak. Belum lagi emisi karbon yang dihasilkan dari proses tersebut juga belum dapat dipastikan secara konkret.
Antonio dalam kesempatan ini juga sekaligus menginisiasi gerakan Transparansi Lingkungan AI oleh PBB yang ditujukan kepada para perusahaan AI untuk membuka data secara publik berapa besar jumlah air bersih yang mereka gunakan, luas tanah yang terpakai, hingga emisi yang dihasilkan.
Meski beberapa perusahaan sudah berkomitmen untuk menjaga emisi karbon tetap net zero, tetapi langkah tersebut hanya bersifat sukarela. Dengan booming AI yang terus terjadi, bukan tidak mungkin kalau akan ada semakin banyak data center baru yang dibangun. Otomatis ia akan menambah jumlah emisi yang dihasilkan. Gimana menurut kamu?
Dapatkan informasi keren di Gamebrott terkait Tech atau artikel sejenis yang tidak kalah seru dari Andi. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected].