Harga Minyak Dunia Stabil Setelah Mengalami Penurunan Beruntun
Harga minyak mentah dunia mulai menunjukkan pergerakan yang stabil setelah mengalami serangkaian penurunan signifikan. Penurunan tersebut sebelumnya telah menghapus sebagian besar lonjakan harga yang terjadi selama periode konflik. Kekhawatiran global mengenai kelangkaan pasokan kini mulai mereda.
Hal ini terjadi seiring dengan meningkatnya jumlah kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz, menyusul adanya kemajuan awal dalam kesepakatan perdamaian. Seperti yang dilansir dari Bloombergtechnoz, komoditas minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di bawah kisaran US$70 per barel. Angka ini tercatat setelah harga minyak anjlok hampir 4 persen pada sesi perdagangan sebelumnya.
Sementara itu, minyak mentah jenis Brent menyudahi perdagangan dengan posisi ditutup mendekati level US$74. Sejumlah wilayah pasar penting mendadak menerima limpahan pasokan karena para pembeli menghadapi banjir penawaran minyak dari kawasan Timur Tengah dan Afrika.
Pihak Amerika Serikat dan Iran telah menunjukkan adanya indikasi kemajuan positif setelah melakukan diskusi awal guna mengakhiri ketegangan. Kendati demikian, klaim dari kedua belah pihak terkadang masih menunjukkan perbedaan. Proses negosiasi tambahan mengenai topik-topik sensitif seperti isu nuklir diprediksi masih berpotensi menghadapi sejumlah hambatan. Namun, optimisme awal terkait kesepakatan yang bertahan lama telah mendorong peningkatan jumlah kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz secara terbuka dengan mengaktifkan sinyal satelit mereka.
Kondisi melimpahnya ketersediaan minyak ini pada akhirnya menekan harga barel fisik menjadi lebih rendah, mulai dari wilayah Angola hingga ke Timur Tengah. Selisih harga Brent untuk pengiriman langsung bahkan berubah menjadi struktur contango yang bearish. Harga minyak berjangka tetap merosot walaupun data persediaan milik Amerika Serikat dilaporkan terus mengalami penurunan. Stok minyak mentah di Cushing, Oklahoma, menyusut hingga ke kisaran 19 juta barel, sebuah angka yang berada di bawah batas persyaratan operasional.
Minyak jenis WTI untuk masa pengiriman Agustus tercatat turun 0,7 persen menjadi US$69,85 per barel pada pukul 6:01 pagi di Singapura. Di sisi lain, minyak mentah Brent untuk penyelesaian Agustus ditutup melemah 4,3 persen pada posisi US$73,74 per barel.