Usha Vance Terbang saat Hamil 8 Bulan, Amankah Perjalanan Udara Trimester Ketiga?

Share

Istri Wakil Presiden Amerika Serikat, Usha Vance, baru-baru ini melakukan perjalanan internasional ke Swiss di tengah kondisi kehamilan yang telah menginjak usia delapan bulan. Aktivitas ini memicu pertanyaan publik mengenai keamanan penerbangan bagi ibu hamil yang sudah memasuki trimester akhir. Dilansir dari HaiBunda, perempuan keturunan India tersebut diperkirakan akan melahirkan pada akhir Juli mendatang.

Perjalanan jarak jauh pada fase ini memang kerap menimbulkan kekhawatiran bagi banyak ibu hamil. Panduan medis di Amerika Serikat menyatakan bahwa perjalanan udara tidak secara otomatis tidak aman untuk kehamilan tanpa komplikasi, termasuk pada trimester ketiga. Namun, kondisi ini tetap memerlukan kehati-hatian serta perencanaan tambahan yang matang.

Menurut CDC, sebagian besar ibu hamil dapat terbang dengan aman apabila kondisi kehamilan mereka dalam keadaan baik. Meski demikian, mereka tetap disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum bepergian.

The American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) juga menyatakan hal senada. Perjalanan udara sesekali umumnya aman selama kehamilan bagi orang tanpa komplikasi obstetri maupun medis, dengan catatan wajib mendapatkan perizinan medis dan penilaian risiko individu. Pihak maskapai penerbangan memiliki kebijakan sendiri yang bervariasi. Banyak maskapai memberikan izin perjalanan hingga usia kehamilan 36 minggu, namun beberapa di antaranya mewajibkan surat keterangan dokter setelah usia kehamilan 28 minggu, terutama untuk penerbangan internasional.

Trimester kedua atau usia 14 hingga 28 minggu umumnya dianggap sebagai periode paling aman untuk bepergian. Memasuki usia delapan bulan, terdapat beberapa risiko tambahan yang perlu diwaspadai oleh ibu hamil. Pada usia delapan bulan, risiko persalinan prematur menjadi lebih tinggi dan ketidaknyamanan fisik akan lebih sering muncul. Mobilitas yang berkurang selama berada di dalam kabin pesawat juga dapat meningkatkan risiko komplikasi pembekuan darah.

Perjalanan udara jarak jauh di akhir masa kehamilan berpotensi meningkatkan risiko pembengkakan tubuh, kelelahan, dan masalah peredaran darah seperti deep vein thrombosis (DVT). Jarak yang jauh dari sistem perawatan kesehatan rumah juga menjadi faktor risiko tersendiri. Perempuan hamil yang sehat dan berisiko rendah mengalami persalinan prematur, preeklamsia, atau plasenta previa masih dapat melakukan perjalanan udara hingga usia 36 minggu. Berdasarkan rekomendasi Medparkhospital, memilih destinasi dengan jarak terjangkau dapat membuat perjalanan lebih nyaman.

Tips Menjaga Keamanan Selama Penerbangan

Ibu hamil sangat disarankan untuk mengenakan stoking kompresi serta menggerakkan kaki dan pergelangan kaki secara teratur saat duduk. Sering berjalan kaki di koridor pesawat juga penting untuk menjaga kelancaran sirkulasi darah.

Menahan buang air kecil harus dihindari karena infeksi saluran kemih dapat memicu persalinan prematur. Ibu hamil disarankan memilih kursi di dekat lorong (aisle seat) untuk memudahkan akses ke toilet atau kursi dekat sekat dengan ruang kaki yang luas. Konsumsi makanan yang dapat menyebabkan kembung dan gas seperti kacang-kacangan, kubis, brokoli, serta minuman berkarbonasi sebaiknya dihindari.

Ibu hamil dapat membawa camilan sehat sendiri seperti biskuit gandum, buah-buahan, atau selai kacang. Guna mencegah dehidrasi akibat kelembapan udara kabin yang rendah, pemenuhan kebutuhan cairan tubuh harus tetap terjaga. Sabuk pengaman di pesawat wajib dikencangkan di bawah perut sepanjang waktu demi mengantisipasi turbulensi yang muncul tiba-tiba.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author