Al-Nassr Raih Juara Liga Arab Saudi Usai Tekuk Damac 4-1
Klub sepak bola Al-Nassr berhasil memastikan diri sebagai juara Liga Profesional Saudi musim 2025/2026 setelah menumbangkan Damac dengan skor telak 4-1 pada pertandingan terakhir yang berlangsung Kamis, 21 Mei 2026.
Kemenangan krusial ini membuat Al-Nassr mengamankan posisi puncak klasemen dari kejaran rival terdekat mereka, Al-Hilal, sekaligus mengakhiri puasa gelar liga selama lima tahun bagi sang bintang, Cristiano Ronaldo.
Pertandingan penentu tersebut berjalan penuh tekanan karena Al-Hilal terus menguntit di papan klasemen, namun Sadio Mane berhasil membuka keunggulan Al-Nassr pada menit ke-33 sebelum digandakan oleh sepakan Kingsley Coman.
Damac sempat memperkecil kedudukan melalui penalti Morlaye Sylla, tetapi Cristiano Ronaldo tampil sebagai pahlawan dengan mencetak dua gol pada menit ke-62 dan ke-80 untuk mengunci kemenangan mutlak Al-Nassr.
Menurut laporan Marca, momen emosional terjadi pada menit ke-81 ketika Ronaldo ditarik keluar lapangan dan seluruh isi stadion berdiri memberikan tepuk tangan penghormatan kepada pemain legendaris tersebut.
Ronaldo merespons dukungan tersebut dengan melambaikan tangan ke arah tribun penonton, termasuk ke arah suite khusus tempat Georgina Rodriguez dan anak-anak perempuannya berdiri memberikan apresiasi.
Keberhasilan ini juga melengkapi catatan historis bagi pelatih Al-Nassr, Jorge Jesus, yang mengonfirmasi bahwa laga ini menjadi pertandingan terakhirnya bersama klub sebelum resmi mengundurkan diri.
Dalam wawancara pascapertandingan yang dilansir dari SportTV, Jorge Jesus memberikan pernyataan resmi terkait keputusan masa depannya di Arab Saudi.
"É verdade que eu não vou continuar na Arábia Saudita" ujar Jorge Jesus, Pelatih Al-Nassr.
Jesus menjelaskan bahwa dirinya sengaja hanya menandatangani kontrak berdurasi satu musim meskipun pihak manajemen klub dan Cristiano Ronaldo sempat menyodorkan durasi yang lebih panjang.
"Quando falei com o Cris [Cristiano Ronaldo], eles convidaram-me a fazer um contrato de dois anos e eu disse que só fazia um ano" kata Jorge Jesus, Pelatih Al-Nassr.
Faktor kelelahan fisik dan mental setelah mengarungi musim kompetisi yang sangat ketat di Timur Tengah menjadi alasan utama di balik keputusan arsitek asal Portugal tersebut untuk menyudahi masa baktinya.
"Foi um campeonato muito duro, há um desgaste muito grande. Acho que foi um ano maravilhoso e agora tenho de ir desfrutar do outro lado" tutur Jorge Jesus, Pelatih Al-Nassr.
Lebih lanjut, Jesus menekankan betapa sulitnya persaingan musim ini karena sang rival utama memiliki skuad yang sudah matang dan dibangun dengan investasi besar selama beberapa tahun terakhir.
"Sabia que do outro lado o Al Hilal esteve dois anos a montar uma grande equipa, com grandes jogadores. Para vencermos este campeonato tínhamos de ser muito melhores do que os nossos adversários" tambah Jorge Jesus, Pelatih Al-Nassr.
Ia juga mengungkapkan bahwa keberadaan sosok Cristiano Ronaldo di skuad Al-Nassr merupakan alasan tunggal mengapa ia bersedia menerima tantangan melatih di klub tersebut sejak awal.
"Eu disse-lhe: só aceito este projecto do Nassr por ti. Vamos ganhar os dos campeões e vais sair daqui com um título. Foi o que aconteceu." jelas Jorge Jesus, Pelatih Al-Nassr.
Ketika berbicara mengenai rumor kepulangannya ke Portugal untuk menangani mantan klubnya, Jesus secara tegas menutup pintu tersebut karena adanya perbedaan regulasi finansial yang sangat mencolok.
"Vamos imaginar que eu regressava a Portugal, que é impossível. Só o faria por uma questão desportiva, porque em termos financeiros não há hipótese. Ganhei muitos títulos pelo Benfica, mas nunca tive um estádio inteiro a cantar o meu nome. Isso aconteceu no Fenerbahçe, no Flamengo e aqui na Arábia. Regressar ao Benfica está fora de questão. O Benfica é um grande clube, tenho muito orgulho de ter treinado o Benfica, sou o treinador com mais títulos no Benfica, mas está fora de questão regressar." tegas Jorge Jesus, Pelatih Al-Nassr.
Meskipun demikian, ia membuka peluang untuk kembali berkarier di sepak bola Eropa dengan menuntaskan urusan yang belum selesai bersama klub raksasa Liga Turki, Fenerbahce.
"Tenho uma história ainda para acabar se calhar no Fenerbahçe. Já houve uma parte interessada, não só o Fenerbahçe, outra equipa da Turquia também me fez um convite" aku Jorge Jesus, Pelatih Al-Nassr.
Jesus mengakui bahwa ada perasaan mengganjal karena belum sempat mempersembahkan trofi liga domestik selama periode pertamanya menangani klub asal Istanbul tersebut.
"O único clube onde não fui campeão mas ganhei a Taça foi o Fenerbahçe. Tenho uma história para acabar no Fenerbahçe, se calhar. É uma das possibilidades que tenho, vou pensar. Regressar à Europa seria impossível porque não há nenhum clube na Europa com capacidade para me pagar o que recebo na Arábia Saudita. É verdade que não vou continuar na Arábia, mas vamos ver qual será o meu novo projeto. A minha paixão pelo futebol continua. Isto é a minha vida." pungkas Jorge Jesus, Pelatih Al-Nassr.
Berdasarkan data yang dihimpun oleh 365Scores, tambahan satu trofi ini membuat koleksi gelar juara Al-Nassr kini genap menyentuh angka sepuluh di sepanjang sejarah penyelenggaraan kompetisi domestik tersebut.
| Club | Títulos Conquistados | Estatus Histórico |
|---|---|---|
| Al-Hilal | 19 títulos | Máximo ganador y dominador de la década |
| Al-Ittihad | 10 títulos | Escolta principal del palmarés |
| Al-Nassr | 9 títulos | En busca de la décima corona de la mano di CR7 |
| Al-Shabab | 6 títulos | Fuerza tradicional de la liga |
| Al-Ahli Jeddah | 4 títulos | Animador histórico del torneo |
Dengan berakhirnya musim kompetisi ini, Al-Nassr dijadwalkan akan memulai masa libur musim panas sebelum menyusun rencana pencarian juru taktik baru pengganti Jorge Jesus.