Ketahui Ragam Penyebab Telapak Tangan Dingin yang Perlu Diwaspadai
Kondisi telapak tangan yang terasa dingin sering kali dialami oleh banyak orang. Jika hal ini terjadi saat berada di ruangan bersuhu rendah, kondisi tersebut merupakan respons alami tubuh untuk mempertahankan suhu normalnya.
Namun, telapak tangan yang terus-menerus dingin tanpa dipengaruhi cuaca atau suhu sekitar dapat menjadi indikasi adanya masalah medis tertentu. Dikutip dari Detik Health, ada beberapa gangguan kesehatan yang dapat memicu kondisi ini.
Penyebab pertama adalah anemia. Berdasarkan informasi dari Healthline, kekurangan zat besi membuat tubuh memprioritaskan pasokan oksigen ke organ vital, sehingga aliran darah ke tangan dan kaki berkurang.
Kondisi berikutnya adalah sindrom Raynaud. Menurut data Cleveland Clinic, sindrom ini menyebabkan pembuluh darah di jari tangan dan kaki menyempit mendadak, hingga mengubah warna kulit menjadi biru, putih, atau ungu sebelum kembali hangat.
Masalah tiroid seperti hipotiroidisme juga menjadi pemicu lainnya. Kurangnya produksi hormon tiroid memperlambat metabolisme, sehingga penderita tetap merasa kedinginan meski berada di tempat yang hangat.
Penyakit diabetes dan arteri perifer turut memengaruhi sirkulasi darah ke area ekstremitas. Penumpukan plak pada arteri perifer secara langsung menghambat aliran darah, membuat tangan dan kaki terasa dingin.
Selain itu, penyakit autoimun seperti lupus dan skleroderma juga berdampak pada sensitivitas suhu. Skleroderma bahkan menyebabkan penebalan kulit pada jari dan sering kali disertai dengan gejala sindrom Raynaud.
Keterkaitan dengan Penyakit Jantung
Banyak anggapan bahwa tangan dingin merupakan tanda penyakit jantung. Konsultan kardiologi intervensi dr Vireza Pratama, SpJP, Subsp.IKKv(K), FIHA, FAsCC, FSCAI, memberikan penjelasan terkait hal tersebut.
"Tidak ada keterkaitan ilmiah bahwa telapak tangan sering basah atau sering dingin itu pasti ada hubungannya dengan penyalah jantung. Tidak ada bukti ilmiah," kata dr Vireza.
Meski begitu, dr Vireza tidak menampik bahwa gejala tersebut bisa saja muncul sebagai dampak lanjutan pada pasien yang memang sudah positif memiliki riwayat penyakit jantung.
"Sebaliknya, pada pasien dengan penyakit jantung, hal itu bisa saja terjadi. Tangannya basah, tangannya dingin, dan sebagainya, sebagai dampak dari penyakit jantungnya," ujar dr Vireza.
Beliau menambahkan bahwa gejala serangan jantung yang lebih tipikal dan umum adalah nyeri dada berat di bagian kiri yang menjalar ke punggung selama lebih dari 20 menit, serta disertai keringat dingin.
"Ini sangat tipikal untuk serangan jantung," tutur dr Vireza.
Gejala yang Harus Diwaspadai
Meskipun umumnya tidak berbahaya, pemeriksaan medis ke dokter harus segera dilakukan jika kondisi tangan dingin disertai dengan munculnya ulkus atau luka terbuka pada kulit.
Gejala lain yang memerlukan perhatian medis meliputi rasa nyeri yang menetap, sensasi kesemutan, mati rasa ringan, hingga perubahan tekstur kulit yang menjadi lebih kencang atau keras dari biasanya.