Thomas Tuchel Siapkan Strategi Kebebasan Menyerang Hadapi Ghana

Share

Pelatih tim nasional Inggris Thomas Tuchel menginstruksikan para pemain depannya untuk tampil lepas tanpa beban menjelang laga krusial Grup L Piala Dunia 2026 melawan Ghana di Stadion Gillette, Foxborough pada Selasa, 23 Juni 2026.

Langkah ini diambil setelah The Three Lions sukses menumbangkan Kroasia 4-2 di Dallas melalui gol Harry Kane, Jude Bellingham, dan Marcus Rashford, yang membuka peluang Inggris mengunci posisi puncak klasemen jika berhasil mengalahkan Ghana.

Pendekatan taktik Tuchel terinspirasi dari konduktor Austria, Herbert von Karajan, yang memilih untuk tidak mengintervensi para pemainnya secara berlebihan demi menjaga kebebasan bermain di lini serang.

"I am a very happy and very lucky coach because they arrived with this mindset so I didn't have to get them in the mindset," ujar Thomas Tuchel, Pelatih Timnas Inggris.

Mantan pelatih Bayern Munich tersebut menambahkan bahwa tantangan terbesar tim pelatih saat ini adalah mempertahankan fokus dan mentalitas yang sudah dimiliki oleh skuatnya sejak awal turnamen.

"Now it is the difficulty to keep them in this mindset. A very famous conductor gave the quote 'he doesn't want to disturb the music and he doesn't want to disturb the musicians.' So that's basically what we try to do in the coaching team," kata Thomas Tuchel, Pelatih Timnas Inggris.

Strategi tersebut diterapkan agar para pemain dapat mengeksplorasi kemampuan mereka secara maksimal di lapangan tanpa merasa terkekang oleh instruksi yang terlalu kaku.

"We don't disturb the players, we don't disturb the match. We just encourage them to play with freedom, especially in the attacking position," ucap Thomas Tuchel, Pelatih Timnas Inggris.

Selain kebebasan menyerang, Tuchel juga mengapresiasi kedisiplinan skuatnya yang bersedia menerapkan sistem pertahanan kolektif dengan tekanan tinggi seperti yang ditunjukkan pada babak kedua laga sebelumnya.

"It is quite impressive at the moment buys into the idea of defending together. That's what we did excellent in the second half, push out constantly into a high press. That's what we try tomorrow," tutur Thomas Tuchel, Pelatih Timnas Inggris.

Meskipun mengantisipasi adanya perubahan gaya main dari Ghana, ia menegaskan skuat Inggris telah mengantisipasi segala situasi yang mungkin terjadi di lapangan.

"The game will play out in itself. We can't predict what's happening. I predict a little bit of a different game than Croatia because of the different approach, but who knows? We have to be ready to find answers to any question that is asked tomorrow," jelas Thomas Tuchel, Pelatih Timnas Inggris.

Kondisi kekuatan Inggris dipastikan bertambah menyusul pulihnya Bukayo Saka yang sudah kembali mengikuti sesi latihan penuh setelah sempat mengalami cedera.

"Everyone's available," ungkap Thomas Tuchel, Pelatih Timnas Inggris.

Tuchel menyatakan bahwa penyerang sayap Arsenal tersebut sudah tidak merasakan nyeri dan mampu melahap seluruh menu latihan dengan intensitas tinggi dalam dua hari terakhir.

"Everyone was in training. Bukayo is getting better and better. He's more and more free in movements. He feels no more pain," kata Thomas Tuchel, Pelatih Timnas Inggris.

Kendati demikian, sang manajer masih menutup rapat informasi mengenai apakah Saka akan diturunkan sebagai starter atau memulai pertandingan dari bangku cadangan.

"He was able to do both our training sessions the last two days on highest level, so he's ready to go without telling you if he will start or come from the bench," pungkas Thomas Tuchel, Pelatih Timnas Inggris.

Dilansir dari ESPN, setelah menyelesaikan pertandingan melawan Ghana di Foxborough, tim nasional Inggris dijadwalkan bakal menutup fase grup dengan menghadapi Panama di Stadion MetLife, East Rutherford, New Jersey pada Sabtu mendatang.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author