Ledakan Fasilitas LNG Qatar Tewaskan 13 Orang di Ras Laffan

Share

Sebanyak 13 orang dilaporkan tewas dan puluhan lainnya mengalami luka-luka akibat ledakan hebat di fasilitas pengolahan gas alam cair (LNG) Ras Laffan, Qatar, pada Selasa (23/6/2026).

Penyebab insiden di kompleks ekspor LNG terbesar di dunia tersebut dikonfirmasi akibat gangguan teknis, seperti dilansir dari Detik Finance berdasarkan laporan Al Jazeera. Korban meninggal dunia dalam kecelakaan ini seluruhnya merupakan warga negara India dan Pakistan.

Menteri Energi Qatar sekaligus CEO QatarEnergy, Saad al-Kaabi menegaskan bahwa operasional ekspor gas global milik negara Teluk tersebut dipastikan aman dari dampak buruk peristiwa ini.

"Ini sama sekali tidak akan mempengaruhi ekspor kami ke seluruh dunia," tegas al-Kaabi, yang dilansir dari Al Jazeera, Selasa (23/6/2026).

Penghentian aktivitas total di kompleks tersebut sebenarnya telah dilakukan sejak Desember 2025 demi pemeliharaan mendesak. Insiden terjadi tepat dua hari setelah fasilitas kembali beroperasi, di mana sebelumnya kawasan ini sempat terganggu akibat serangan Iran pada Maret lalu.

"Ini adalah kecelakaan dan bukan sabotase atau tindakan permusuhan. Produksi di fasilitas tersebut sengaja dihentikan sepenuhnya sejak Desember 2025 untuk kebutuhan pemeliharaan mendesak dan baru kembali beroperasi dua hari lalu," kata al-Kaabi.

Kementerian Dalam Negeri Qatar menyatakan situasi di sekitar lokasi aman terkendali tanpa adanya kebocoran gas yang membahayakan publik. Hingga kini, investigasi mendalam masih berjalan guna memastikan penyebab pasti kerusakan di area kelolaan QatarEnergy tersebut.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author