Borja Herrera Ungkap Kesan Mendalam Jalani Musim Perdana di Persijap Jepara
Gelandang asing Persijap Jepara, Borja Herrera, membagikan kesan mendalam mengenai pengalaman pertamanya merumput di kompetisi sepak bola Indonesia. Seperti dikutip dari Bola, pemain asal Spanyol tersebut mendapatkan kenangan indah walau baru melewati separuh musim dalam ketatnya persaingan BRI Super League 2025/2026.
Tantangan berat langsung menghadang Borja Herrera semenjak mendarat pada bursa transfer paruh musim. Kala itu, Laskar Kalinyamat terpuruk di dasar klasemen sementara putaran pertama dengan raihan 9 poin dari 17 pertandingan.
Kehadiran enam amunisi legiun asing baru kemudian memicu kebangkitan Persijap Jepara pada putaran kedua. Tim asuhan Mario Lemos ini bahkan sempat mengukir catatan impresif dengan melewati delapan laga beruntun tanpa tersentuh kekalahan.
Grafik performa yang menanjak membuat Persijap Jepara sukses menjauh dari zona degradasi. Kepastian bertahan di kasta tertinggi diperoleh pada pekan ke-32 setelah mereka mengamankan kemenangan krusial atas Persita Tangerang.
Borja Herrera menyebutkan bahwa perjalanan yang ditempuh Laskar Kalinyamat sepanjang putaran kedua membutuhkan kerja keras yang luar biasa. Seluruh elemen tim mesti melewati periode empat bulan yang sangat menguras energi demi menyelamatkan posisi klub.
Pemain berusia 33 tahun itu mengekspresikan rasa bangga terhadap pencapaian kolektif timnya. Kerja sama dan kerja keras yang ditunjukkan oleh seluruh pemain berhasil membuahkan hasil manis dengan memenuhi target yang semula dinilai sulit terwujud.
"Empat bulan yang sangat intens. Kami berjuang bersama-sama, bersenang-senang bersama, dan berhasil mencapai tujuan sulit yang telah kami tetapkan sejak awal," tulis Borja Herrera melalui akun Instagramnya.
Momen Perpisahan dan Kontribusi Tim
Sayangnya, momen perpisahan Borja Herrera pada pertandingan kandang pamungkas Persijap Jepara di pekan ke-33 tidak berjalan sempurna. Sang gelandang terpaksa absen saat rekan-rekannya menahan imbang Borneo FC dengan skor akhir 0-0.
Nama pemain asal Spanyol itu tidak dimasukkan ke dalam daftar susunan pemain oleh pelatih Mario Lemos. Pada laga sebelumnya kontra Persita Tangerang, ia juga harus menepi akibat hukuman akumulasi kartu kuning.
"Sepanjang perjalanan ini, saya beruntung bisa bertemu dengan orang-orang luar biasa yang membuat segalanya jadi lebih mudah. Sampai jumpa lagi, Jepara. Sampai jumpa lagi, Gelora Bumi Kartini. Terima kasih," katanya.
Borja Herrera langsung menjelma menjadi pilar krusial bagi lini tengah Persijap Jepara sejak didatangkan pada pertengahan musim. Ia hampir selalu dipasang sejak menit pertama dan tercatat masuk dalam starting eleven tim.
Pemain asing ini membukukan 14 penampilan serta menyumbang kontribusi berupa dua gol dan satu assist untuk Laskar Kalinyamat. Persijap Jepara kini masih menyisakan satu pertandingan pamungkas pada pekan ke-34 melawan Persib Bandung.