Menkes Budi Menilai Dampak Makan Bergizi Gratis Jangka Panjang

Share

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diproyeksikan memberikan dampak jangka panjang terhadap penurunan angka stunting di Indonesia, dilansir dari Bloomberg Technoz. Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta, pada Senin (22/6).

Penurunan beban kesehatan masyarakat menjadi salah satu dampak besar dari keberhasilan program nasional tersebut. Masalah pemenuhan gizi dinilai berkontribusi langsung pada berbagai persoalan kesehatan, termasuk menekan angka kematian ibu serta gangguan tumbuh kembang anak.

Penegasan mengenai penurunan beban anggaran kesehatan ini disampaikan langsung oleh Budi saat memberikan keterangan di hadapan awak media.

"Kalau MBG ini benar-benar jalan sukses ke depan, itu sangat mengurangi beban kesehatan," kata Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan.

Koordinasi intensif juga telah dilakukan dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang, untuk memperkuat intervensi pada kelompok ibu hamil. Kualitas nutrisi sejak masa kehamilan menjadi penentu utama kondisi kesehatan anak di dalam kandungan.

"Saya bilang ke Bu Nanik, boleh nggak saya fokus ke ibu hamil. Tolong dibantu supaya gizinya bagus," ujar Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan.

Selain menyasar ibu hamil, perhatian khusus harus diberikan kepada ibu menyusui serta anak usia balita. Periode usia di bawah lima tahun merupakan masa emas yang menentukan kualitas tumbuh kembang anak secara permanen.

"Begitu hamil jangan sampai kurang gizi karena nanti anaknya banyak masalah kesehatan. Kemudian ibu menyusui selama dua tahun gizinya juga harus jalan. Dan balita, justru yang belum masuk sekolah itu golden period bahwa gizinya masih harus terpenuhi," jelas Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan.

Guna mengukur efektivitas pelaksanaan program secara berkala, pemerintah tengah menyiapkan sistem evaluasi yang berbasis pada data riil. Pemantauan berkala ini akan mengintegrasikan data dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bersama Kementerian Kesehatan.

"Yang di sekolah sedang dikerjakan Kemendikdasmen dan Kemenkes. Nanti kita bisa lihat perkembangan gizinya seperti apa. Ini akan jadi evidence based apakah programnya sudah benar atau yang kurang masih di sini-sini," pungkas Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan.

Evaluasi tersebut nantinya akan menjadi landasan ilmiah untuk menentukan ketepatan sasaran maupun perbaikan regulasi program di lapangan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author