Hujan Deras dan Air Laut Pasang Rendam 17 Wilayah Surabaya
Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Surabaya sejak subuh menyebabkan 17 titik wilayah tergenang banjir hingga setinggi setengah meter pada Senin (22/6/2026) pagi. Kondisi ini diperparah oleh pasang air laut yang menghambat proses pemompaan air, sehingga memicu kemacetan lalu lintas parah dan memaksa pengalihan rute transportasi umum. Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya langsung mengoptimalkan pengoperasian rumah pompa dan menyiagakan petugas satgas untuk mengatasi sumbatan di berbagai saluran air.
Kepala Bidang Drainase DSDABM Kota Surabaya Adi Gunita menjelaskan bahwa genangan tinggi di beberapa lokasi seperti Simo, Banyu Urip, dan Nginden sudah dipantau sejak subuh.
"Jadi coba kami informasikan ini mulai mulai subuh tadi ya, ngapunten (mohon maaf) sebelumnya memang ada pantauan genangan yang kami collect (terima) ya. Terutama daerah Simo, terus Banyu Urip, daerah Nginden sekitarnya juga itu pantauan nya relatif cukup tinggi juga," kata Adi saat on air di Suara Surabaya, Senin pagi. Pihak dinas terus berupaya memaksimalkan seluruh pompa air yang tersedia di lapangan meskipun bertepatan dengan pelaksanaan proyek infrastruktur menjelang musim kemarau.
"Memang sudah kami upayakan memang, optimalkan untuk rumah pompa ya. Memang ini bertepatan dengan kami perkirakan sebenarnya sudah memasuki musim kemarau ya, bertepatan dengan pekerjaan kami juga ya. (Tapi) kami tidak apa ya, tidak boleh menyalakan masalah hujan," ungkap Adi. Saluran air juga diperiksa secara intensif oleh satgas guna memastikan tidak ada sampah atau material lain yang menghambat aliran pembuangan.
"Takutnya kan beberapa saluran juga tersumbat," ucap Adi. Kawasan Simo menjadi salah satu titik terberat karena posisinya menerima limpahan air dari dataran yang lebih tinggi seperti HR Muhammad dan Dukuh Pakis. "Untuk Pasar Simo sebenarnya untuk penanganan tahun ini kita memang membuatkan satu ya shelter ya, tampungan dari bozem Simo juga ya, yang daerah di atasnya karena memang relatif curahan hujannya itu yang dari daerah HR Muhammad, terus Dukuh Pakis sekitarnya itu memang langsung turun ke bawah ya. Kalau tidak ada tahanan itu di atasnya juga relatif membebani yang daerah Simo dan sekitarnya," jelas Adi.
Kendala besar muncul akibat naiknya permukaan air laut yang membuat pembuangan air ke laut tidak dapat berjalan secara maksimal.
"Pada waktu pasang air laut, kita enggak bisa apa-apa, enggak bisa mompa ke laut," ujar Adi seperti dilansir CNN Indonesia. Kondisi pasang air laut ini memaksa petugas menghentikan sementara pompa di beberapa titik kritis seperti Asem Rowo dan Ngagel. "Kalau udah pasang air laut, masalahnya kita enggak bisa ngapa-ngapain, nunggu air laut surut baru kita pompa," ujarnya.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya melaporkan bahwa sebagian titik banjir mulai berangsur surut berkat penanganan cepat tim gabungan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Surabaya Linda Novanti mengonfirmasi bahwa mayoritas lokasi banjir masih terus dalam penanganan intensif. "From total 17 lokasi genangan yang terdata, dua titik telah surut, sementara 15 titik lainnya masih tergenang dan terus dipantau petugas di lapangan," kata Linda.
Dampak banjir juga memicu keluhan dari para komuter yang terjebak kemacetan di kawasan bawah Jalan Tol Simo saat jam berangkat kerja. "Jalan yang biasa saya lewati jadi macet sekali karena air naik. Padahal harusnya sudah sampai kantor sekarang, tetapi jadi tertunda," kata Yenny warga Surabaya kepada JPNN.
Dinas Perhubungan Kota Surabaya merespons situasi ini dengan mengalihkan beberapa koridor angkutan umum Wira Wiri dan Suroboyo Bus. Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya Trio Wahyu Bowo mengumumkan perubahan rute operasional tersebut demi menghindari wilayah yang terendam air tinggi. "Terdapat pengalihan beberapa rute yaitu FD02, FD03, R5, dan FD10," kata Trio pada Senin (22/6/2026) seperti dilansir detikcom.