Cesc Fabregas Bantah Kesuksesan Como 1907 Hanya Karena Uang
Klub promosi Serie A, Como 1907, terus menarik perhatian publik berkat performa impresif mereka sepanjang musim 2025/2026. Tim asuhan Cesc Fabregas ini bahkan berpeluang besar untuk mengamankan tiket menuju kompetisi Eropa musim depan.
Namun, lonjakan prestasi tim tersebut memicu anggapan miring dari sejumlah pihak. Muncul opini bahwa keberhasilan mengejutkan dari Como 1907 ini semata-mata terjadi karena sokongan dana besar dari pemilik klub.
Komentar miring tersebut langsung mendapat respons tegas dari sang pelatih, Cesc Fabregas. Mantan gelandang Arsenal, Chelsea, dan Barcelona itu memberikan klarifikasi, seperti dilansir dari Bola.
Menurut pria asal Spanyol tersebut, Como 1907 tidak memiliki anggaran upah yang fantastis. Jika kesuksesan hanya diukur dari kekuatan uang, maka timnya seharusnya berada di jajaran klub dengan pengeluaran terbesar di Italia.
“Orang-orang berbicara seolah kami menghabiskan uang dalam jumlah luar biasa. Coba lihat daftar gaji kami, kami bahkan tidak masuk 10 besar di Serie A,” ujar Fabregas.
Mantan pemain timnas Spanyol itu menyatakan bahwa ada faktor lain yang lebih krusial di balik performa apik timnya. Ia menilai kerja keras seluruh elemen, organisasi internal yang rapi, serta keberanian menerapkan strategi menyerang menjadi kunci utama.
“Yang kami lakukan adalah membangun identitas dan mentalitas. Para pemain bekerja luar biasa setiap hari,” lanjutnya.
Klub promosi ini sejatinya sempat mendatangkan beberapa pemain veteran bernomor punggung mentereng. Kehadiran sosok berpengalaman seperti Pepe Reina dan Raphael Varane memicu asumsi bahwa manajemen sedang membangun kekuatan finansial masif.
Walau demikian, juru taktik Como 1907 itu merasa pencapaian anak asuhnya terlalu disederhanakan jika hanya dinilai dari aspek materi. Ia menunjuk fakta bahwa banyak tim lain dengan anggaran belanja jauh lebih besar justru tampil tidak konsisten.
Bagi sang pelatih, fondasi utama dari hasil positif musim ini adalah kejelasan proyek olahraga serta proses pengerjaan yang sabar.
“Kami ingin membangun sesuatu yang berkelanjutan, bukan hanya sukses sesaat,” tegas Fabregas.
Menjelang pekan terakhir kompetisi kasta tertinggi Italia, Como 1907 tercatat masih terus menjaga peluang mereka untuk finis di zona Eropa.