Sikap Cristiano Ronaldo Usai Al Nassr Tumbang dari Gamba Osaka Tuai Kecaman

Share

Sikap Cristiano Ronaldo selepas pertandingan menjadi sorotan tajam setelah Al Nassr menelan kekalahan dari wakil Jepang, Gamba Osaka. Seperti dikutip dari Bola, Al Nassr tumbang dengan skor 0-1 pada partai final yang berlangsung di Stadion King Saud University pada Sabtu malam waktu setempat.

Kekalahan ini menghancurkan harapan Al Nassr di depan pendukung sendiri untuk menjadi tim Arab Saudi pertama yang menjuarai kompetisi tersebut. Gol tunggal yang menjadi penentu kemenangan Gamba Osaka dicetak oleh Deniz Hummet pada menit ke-29.

Al Nassr sebenarnya tampil sangat dominan sepanjang laga dengan mencatatkan 14 tembakan lebih banyak dari lawan serta menguasai 67 persen penguasaan bola. Namun, lini serang skuad asuhan Jorge Jesus tersebut tetap gagal menembus lini pertahanan Gamba Osaka yang dikawal ketat oleh Rui Araki.

Ronaldo turut melewati malam yang buruk dalam pertandingan final ini. Berdasarkan data dari Sofascore, penyerang berusia 41 tahun tersebut melepaskan lima tembakan tetapi tidak ada satu pun yang mengarah tepat ke gawang.

Mantan bintang Manchester United, Real Madrid, dan Juventus itu juga menyia-nyiakan dua peluang emas, mencatat akurasi umpan sebesar 76 persen, serta gagal memenangi satu pun dari empat duel di lapangan. Performa buruk ini membuat Sofascore memberikan rating sebesar 5,9 yang menjadi salah satu nilai terendah sepanjang kariernya.

Sesaat setelah peluit panjang berbunyi, Ronaldo langsung berjalan menuju lorong stadion dengan wajah penuh kekecewaan. Tindakan lanjutannya setelah momen tersebut justru memicu gelombang kritik di media sosial Reddit karena ia tidak kembali ke lapangan untuk menerima medali perak.

Ronaldo menjadi satu-satunya pemain dari Al Nassr yang memilih untuk tidak mengambil medali runner-up dan memberikan penghormatan kepada tim juara. Sikap ini memicu kecaman luas dan para pengguna media sosial menyebutnya sebagai contoh sportivitas yang buruk.

Di tengah banjir kritikan terhadap sang bintang, pelatih Jorge Jesus menilai bahwa skuad Al Nassr sebenarnya sudah bermain cukup baik meskipun pada akhirnya gagal meraih trofi juara.

"Kami sebenarnya sudah melakukan persiapan dengan baik, tetapi mereka bermain sangat cepat dan mengejutkan kami. Dalam 30 menit pertama, permainan kami tidak maksimal, tetapi setelah itu kami mendominasi," kata Jorge Jesus seperti dikutip dari situs resmi AFC.

"Mereka hanya punya satu peluang dan langsung mencetak gol. Kami mencoba bangkit dan menciptakan beberapa kesempatan, tetapi untuk pertama kalinya di kompetisi musim ini kami gagal mencetak gol," jelas pelatih asal Portugal itu.

Pelatih berusia 71 tahun tersebut juga membeberkan bahwa kondisi fisik beberapa anak asuhnya belum sepenuhnya bugar sebelum pertandingan final dimulai.

"Kami sudah mempersiapkan pertandingan dengan baik dan mengambil risiko karena ingin menang. Kingsley Coman dan Angelo sebenarnya belum sepenuhnya siap, tetapi kami tetap memainkan mereka," ungkapnya.

Kini Jorge Jesus meminta seluruh elemen tim untuk segera melupakan hasil buruk ini lantaran Al Nassr harus kembali fokus mengejar trofi di kompetisi domestik.

"Kami memang tidak mendapatkan hasil yang diinginkan di sini, tetapi kami masih punya satu final lagi, yaitu perebutan gelar Liga Arab Saudi, dan itu sangat penting bagi kami," kata sang pelatih.

"Kami hanya punya waktu lima hari untuk memulihkan kondisi dan bersiap. Tidak ada waktu untuk terus meratapi kekalahan ini. Kami harus segera bangkit lagi," lanjut Jorge Jesus.

Saat ini posisi Al Nassr masih memimpin di puncak klasemen Liga Pro Saudi dengan keunggulan dua angka atas Al Hilal. Ronaldo dan rekan-rekannya berpeluang mengunci gelar juara jika mampu memetik kemenangan atas Damac pada Jumat (22-5-2026) dini hari WIB.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author