Argentina Hadapi Aljazair pada Laga Pembuka Piala Dunia 2026

Share

Tim nasional Argentina bersiap memulai upaya mempertahankan gelar juara mereka melawan Aljazair dalam laga pembuka Grup J Piala Dunia 2026 di Kansas City pada Rabu, 17 Juni 2026.

Pertandingan ini akan menjadi momen bersejarah karena kapten Argentina, Lionel Messi, masuk dalam daftar susunan pemain utama bersama Lautaro Martinez dan Thiago Almada.

Penampilan tersebut resmi menjadi pertandingan ke-200 bagi pemain berusia 39 tahun itu bersama Albiceleste sejak memulai debut internasionalnya pada Agustus 2005 silam.

Dilansir dari vietnam.vn, sang mega bintang kini memikul beban berat di pundaknya mengingat kondisi fisiknya tidak lagi secepat dulu saat membawa Argentina juara di Qatar pada 2022.

Pelatih Lionel Scaloni menaruh kepercayaan besar kepada kapten veteran tersebut untuk menginspirasi tim di tengah tantangan menyeimbangkan peran kepemimpinan Messi yang sudah melewati masa jayanya.

Lawan mereka, Aljazair, datang dengan modal kuat setelah mencetak 24 gol dalam 10 pertandingan di Kualifikasi Afrika serta mencatatkan enam laga tandang tanpa kekalahan.

Turnamen ini juga telah diumumkan oleh Messi sebagai Piala Dunia terakhirnya yang ia sebut sebagai momen "Last Tango" melalui sebuah unggahan sponsor.

Bek Argentina, Nicolas Otamendi, yang juga memainkan Piala Dunia terakhirnya sejak bermain bersama Messi pada 2009, mengungkapkan perasaannya mengenai akhir era ini.

"It’s ending, and this does bring up feelings," kata Nicolas Otamendi, defender Argentina.

Otamendi menambahkan bahwa dirinya berharap tim bisa melangkah dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya untuk mencapai fase akhir turnamen karena Argentina lahir untuk bersaing menghadapi kesulitan.

"Hopefully we can go game by game and get to the last stages. That's what we’re looking for because we’re the Argentina national. We were born to compete, to fight against adversity," ujar Nicolas Otamendi, defender Argentina.

Saat ini Otamendi memilih untuk tidak memikirkan akhir turnamen tersebut melainkan mencoba menikmati setiap momen kamp pelatihan bersama pemain yang ia sebut terbaik dalam sejarah.

"Today, I’m not thinking about the fact that it’s ending but am trying to enjoy it. Leo (and I) have experienced a lot of beautiful moments. We didn’t enjoy it as much when we lost, but I’m going to enjoy having shared these camps with the best player in history." tutur Nicolas Otamendi, defender Argentina.

Tekanan besar kini berada di pundak skuad Argentina untuk melepas kepergian Messi dengan raihan trofi yang akan mengukuhkan warisannya di dunia sepak bola.

Menanggapi tekanan tersebut, pelatih Lionel Scaloni terlihat santai sehari sebelum pertandingan dan mengingatkan kembali memori kekalahan Argentina dari Arab Saudi pada awal Piala Dunia 2022.

"It’s the same feeling as before Saudi Arabia, the same tension," cetus Lionel Scaloni, pelatih Argentina.

Scaloni menegaskan hal paling penting adalah seluruh elemen tim merasa bangga karena telah memberikan segalanya di lapangan terlepas dari apa pun hasil akhirnya nanti.

"You feel something inside like all Argentines do, but the important thing is that after the match, no matter what happens, we feel proud that team gave everything, the team plays like it played, the opponent is always there and whether the ball goes in our not, just rest in that." ucap Lionel Scaloni, pelatih Argentina.

Sang pelatih juga mengingatkan bahwa sepak bola tetaplah sebuah olahraga meskipun tensinya setinggi turnamen Piala Dunia.

"We do believe it’s still a sport, even with the fact it’s a World Cup there are many things that are much more important than this." pungkas Lionel Scaloni, pelatih Argentina.

Setelah menghadapi Aljazair di Kansas City, tim nasional Argentina dijadwalkan akan terbang ke Dallas untuk melakoni dua pertandingan berikutnya di fase grup Piala Dunia 2026.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author