IHSG Berpotensi Menguat ke Level 6.300 di Tengah Koreksi Wall Street

Share

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan oleh sejumlah analis berpotensi melanjutkan penguatan menuju level resistance 6.287 hingga 6.300 pada perdagangan Rabu (17/6/2026), meskipun bursa saham Amerika Serikat ditutup melemah akibat kejatuhan saham teknologi.

Tren positif pasar domestik ini melanjut setelah IHSG melonjak 4,12% ke posisi 6.254 pada perdagangan Senin (15/6/2026), dilansir dari Bloomberg Technoz. Sektor barang baku, keuangan, dan perindustrian memimpin penguatan dengan nilai transaksi total mencapai Rp30,14 triliun.

Peluang penguatan indeks komposit nasional tersebut dikonfirmasi dari sisi teknikal pergerakan grafik pasar modal terkini.

"Secara teknikal, momentum rebound masih terjaga selama masih IHSG bertahan di atas support 6.071-5.931, dengan potensi melanjutkan penguatan menuju resistance 6.300-6.360," kata Technical Analyst BRI Danareksa Sekurtias Reza Diofanda.

Reza Diofanda menambahkan bahwa pembentukan pola pemulihan V-shape ikut menyokong daya tahan indeks di atas level psikologis 6.000. Sentimen makro juga dipengaruhi ekspektasi kebijakan suku bunga Bank Indonesia dan The Fed yang diperkirakan tetap bertahan.

"Sentimen positif didukung oleh ekspektasi Bank Indonesia dan The Fed yang diperkirakan mempertahankan suku bunga," tutur Reza Diofanda.

Proyeksi serupa turut dikemukakan oleh analis pasar modal lain yang melihat pergerakan sinyal positif dari indikator teknikal serta peningkatan volume perdagangan harian.

"Secara teknikal, pergerakan IHSG diperkirakan masih dapat menguat setelah kembali membentuk pola upward bar," kata Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji Gusta.

Nafan Aji Gusta menjelaskan bahwa fokus pelaku pasar saat ini terbagi antara pengumuman suku bunga BI Rate dan Fed Rate pada 18 Juni 2026, serta agenda review klasifikasi pasar saham Indonesia oleh MSCI.

"Para pelaku pasar juga mulai tertuju pada agenda review klasifikasi pasar saham Indonesia oleh MSCI yang dijadwalkan pada 23 Juni 2026," kata Nafan Aji Gusta.

Di sisi lain, sentimen global diwarnai koreksi Wall Street pada perdagangan Selasa (16/6) seiring penurunan indeks Nasdaq 100 sebesar 1,9% dan indeks Semikonduktor Philadelphia (SOX) sebesar 5,7% akibat aksi ambil untung saham kecerdasan buatan.

"Momentum penguatan jelas mulai memudar," kata Kepala Teknikal Pasar di BTIG Jonathan Krinsky.

Penurunan juga melanda pasar komoditas di mana minyak West Texas Intermediate (WTI) ambles ke kisaran US$77 per barel menyusul rencana penandatanganan pakta damai AS dan Iran di Swiss yang berpotensi membuka kembali Selat Hormuz.

"Langkah SpaceX untuk melantai di bursa merupakan momen pembuka jalan yang penting bagi sektor teknologi yang lebih luas" dan menjadi sinyal bagus bagi debut pasar OpenAI dan Anthropic mendatang, kata Analis Wedbush Dan Ives.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: finansial ihsg saham
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author