Prancis Hadapi Senegal Pada Laga Pembuka Grup I Piala Dunia 2026
Tim nasional Prancis dijadwalkan menghadapi Senegal dalam pertandingan pembuka babak penyisihan Grup I Piala Dunia 2026 di Stadion New York New Jersey atau MetLife Stadium, Amerika Serikat, pada Selasa, 16 Juni 2026 waktu setempat.
Pertemuan ini mengulang memori sejarah 24 tahun lalu saat Senegal secara mengejutkan menumbangkan Prancis dengan skor 1-0 pada laga pembuka Piala Dunia 2002 melalui gol tunggal Papa Bouba Diop.
Prancis saat ini menempati peringkat 1 FIFA, sedangkan Senegal berada di posisi 14. Turnamen edisi kali ini juga mencetak sejarah baru karena diikuti oleh 48 tim nasional dengan total 104 pertandingan yang diselenggarakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Pelatih tim nasional Prancis, Didier Deschamps, meredam status timnya sebagai kandidat terkuat dan justru memberikan label favorit utama tersebut kepada tim nasional Spanyol.
"Jika ada tim favorit, itu adalah Spanyol, meskipun Prancis secara sah bercita-cita untuk memenangkan gelar tersebut. Namun, jalan ke depan masih panjang. Prancis memiliki potensi tingkat atas, bahkan dengan perombakan skuad. Saya tidak akan menganggap tim Prancis lebih kuat daripada yang lain, tetapi favorit yang jelas adalah Spanyol, saya tidak ragu akan hal itu." kata Deschamps.
Deschamps juga menaruh perhatian pada pilar taktisnya, Ousmane Dembélé, yang baru saja membawa Paris Saint-Germain mempertahankan gelar juara Liga Champions dan meraih penghargaan Ballon d'Or.
"Memang benar bahwa Ousmane memulai kariernya di tim nasional sejak dini, tetapi ia mengalami banyak cedera," jelas Deschamps.
Penampilan fisik Dembélé yang prima dinilai akan menjadi keuntungan besar, meskipun riwayat cedera sang pemain tetap diantisipasi di tengah jadwal kompetisi yang padat.
"Bersama PSG, Ballon d'Or yang dimilikinya membuatnya menjadi sorotan. Dia sangat fokus, dengan keinginan untuk tampil sangat baik dan menentukan, seperti yang sering dia tunjukkan bersama klubnya, meskipun masalah fisiknya telah membuatnya absen dalam beberapa pertandingan. Kami membiarkannya merayakan kemenangan di Liga Champions. Jelas, dengan performa Ousmane yang prima, itu akan menjadi nilai tambah." tutur Deschamps.
Mengenai kekalahan historis atas Senegal pada tahun 2002, Deschamps menegaskan bahwa situasi tim saat ini sudah jauh berbeda.
"Senegal adalah salah satu tim terbaik; mereka memiliki segalanya dalam hal kualitas, pemain yang bermain di klub-klub terbaik, lini tengah yang solid, serta dimensi atletis dan teknis," kata Deschamps.
Ia memastikan anak asuhnya tidak mengusung misi balas dendam karena mayoritas pemain dari skuad Les Bleus saat ini bahkan belum lahir ketika laga tersebut berlangsung.
"Kami tahu apa yang harus diantisipasi, dan mereka pun demikian. Ini akan menjadi pertarungan level tinggi. Sebagian besar pemain saya belum lahir pada tahun 2002. Tidak ada balas venganza; itu terjadi 24 tahun yang lalu. Ada halaman baru yang harus ditulis. Kami akan melakukan segalanya agar hasilnya menguntungkan kami kali ini." tegas Deschamps.
Laga pembuka ini dipandang sebagai ujian berat yang sesungguhnya bagi tim Prancis sejak awal kompetisi dimulai.
"Senegal adalah negara sepak bola yang hebat, tim yang solid dan dihormati. Kami tahu bahwa mereka tidak kalah dengan tim-tim hebat lainnya. Ini akan menjadi pertandingan yang sulit, ujian sesungguhnya sejak awal kompetisi. Kami harus segera bersiap." tambah Deschamps.
Di kubu lawan, gelandang Senegal yang bermain untuk Sunderland, Habib Diarra, menyatakan kesiapannya untuk kembali memberikan kejutan bagi Prancis.
Diarra yang pernah dilatih oleh legenda Prancis, Patrick Vieira, saat berada di Strasbourg, mengaku memetik banyak pelajaran berharga.
“Saat pertama kali bertemu Patrick Vieira, Anda akan terkesan dengan sosoknya, seorang legenda,” kata Diarra, dilansir dari The Guardian.
Diarra mengungkapkan bahwa Vieira sangat terbuka dan selalu membagikan petunjuk penting dalam setiap sesi latihan maupun pertandingan.
“Namun kemudian, ketika Anda mengenal sisi manusianya, Anda akan terkesan dengan betapa baiknya dia sebagai pribadi. Dia sangat baik kepada saya. Sebelum dan sesudah setiap pertandingan, setiap sesi latihan, dia memberi saya banyak tips,” ujar Diarra.
Pemain yang sempat membela tim nasional Prancis di kelompok umur U16 hingga U21 ini akhirnya memilih memperkuat tanah kelahirannya, Senegal.
“Saya senang bermain untuk Perancis, tetapi hati saya yang berbicara,” kata Diarra.
Ia menegaskan keputusan tersebut diambil tanpa penyesalan karena membela tanah kelahirannya merupakan sebuah kebanggaan besar.
“Tidak ada penyesalan sama sekali. Saya lahir di Senegal, bermain untuk mereka membuat saya bangga,” ujarnya menambahkan.
Dilansir dari Tirto.id, pencinta sepak bola di Indonesia dapat menyaksikan jalannya pertandingan ini melalui siaran langsung di TVRI Nasional dan TVRI Sport, serta layanan live streaming berbayar Fola Play atau platform MAXStream TV pada Rabu, 17 Juni 2026 pukul 02.00 WIB.
| Head to Head (H2H) | Prancis | Senegal |
|---|---|---|
| Peringkat FIFA | 1 | 14 |
| Sejarah di Piala Dunia | Prancis telah tampil 17 kali di Piala Dunia sejak 1930. Les Bleus meraih gelar juara pertamanya saat menjadi tuan rumah pada edisi 1998. | Senegal tercatat telah tampil empat kali di Piala Dunia, yaitu pada 2002, 2018, 2022, dan 2026. Singa dari Teranga mencuri perhatian usai mencapai perempat final saat debut perdana 2002. |
| Pencapaian Terbaik | Prancis tercatat dua kali juara Piala Dunia, yaitu pada edisi 1998 and 2018. Prestasi lainnya, Les Bleus tercatat menjadi runner up pada edisi 2006 (kalah dari Italia) dan 2022 (kalah dari Argentina). | Pencapaian terbaik Senegal yaitu mencapai perempat final ketika debut pada 2002. Di edisi 2018, mereka tersingkir di fase grup, sedangkan di 2022 Singa Teranga terhenti di babak 16 besar. |