Como Segel Tiket Kompetisi Eropa Usai Tundukkan Hellas Verona
Klub sepak bola Como berhasil mencetak sejarah baru setelah memastikan diri lolos ke kompetisi Eropa untuk pertama kalinya dalam sejarah klub, Minggu malam kemarin. Hasil bersejarah ini didapat setelah tim asuhan Cesc Fabregas menang tipis 1-0 atas Hellas Verona pada laga pekan ke-36 Serie A 2025/2026 melalui gol tunggal Tasos Douvikas, seperti dilansir dari Bola.
Kemenangan di markas Hellas Verona tersebut memastikan Como tidak akan finis lebih rendah dari posisi keenam klasemen Serie A musim 2025/2026. Dengan dua pertandingan yang masih tersisa, Como minimal telah mengamankan tempat di Conference League, meski peluang melaju ke Liga Europa atau Liga Champions masih terbuka lebar.
Pencapaian ini terhitung luar biasa mengingat dua tahun lalu klub ini baru saja promosi dari Serie B. Setelah membawa Como finis di papan tengah pada musim pertamanya di kasta tertinggi Italia, Fabregas kini sukses mempersembahkan tiket kompetisi Eropa bagi para pendukungnya.
"Saya sangat bahagia dan bangga hari ini," kata Fabregas kepada DAZN seusai pertandingan di Verona.
Pelatih asal Spanyol tersebut merefleksikan kembali perkembangan pesat yang dialami oleh tim, klub, serta para suporter sejak dua tahun lalu saat mereka baru naik takhta ke Serie A. Menurutnya, momen bersejarah ini akan terus diingat oleh semua elemen klub hingga 20 tahun ke depan.
"Dua tahun lalu hari ini kami promosi ke Serie A, dan sekarang kami lolos ke kompetisi Eropa. Tim ini berkembang, klub berkembang, para suporter juga berkembang. Sulit dijelaskan dengan kata-kata. 20 tahun lagi kami masih akan mengingat hari ini," lanjut Fabregas, pelatih Como.
Mantan gelandang Barcelona, Arsenal, dan Chelsea itu juga menyoroti bagaimana dinamika era media sosial saat ini memberikan tekanan besar yang sering kali membuat publik melupakan sebuah proses perjalanan. Kendati demikian, ia mengingatkan timnya untuk menikmati momen krusial ini.
"Sekarang semuanya berjalan sangat cepat karena media sosial, tekanannya juga besar. Kami harus menikmati momen seperti ini. Saya bahkan tidak ingat berapa banyak trofi yang pernah saya menangkan, tetapi perjalanan kami belum selesai," ucap Fabregas, manajer Como.
Fabregas menegaskan bahwa fokus tim kini beralih ke dua laga tersisa di kompetisi domestik. Manajemen Como sendiri terbilang sangat suportif setelah menjadi salah satu klub paling agresif dan mencatatkan pengeluaran terbesar di Italia pada jendela transfer musim dingin 2025.
"Sekarang masih ada dua pertandingan lagi dan kami akan melihat apakah kami bisa terbang lebih tinggi lagi," ujar Fabregas, juru taktik Como.
Walaupun mendatangkan banyak pemain baru, Fabregas menuai banyak pujian karena dinilai berhasil membangun identitas permainan yang jelas bagi Como. Ia mengakui strategi tim harus terus beradaptasi karena ada banyak pertandingan yang wajib dihadapi dalam satu musim penuh.
"Ada banyak pertandingan dalam satu musim dan kami tidak selalu bisa bermain dengan cara yang sama," kata Fabregas, menakhodai Como.
Melalui pesan-pesan yang diterimanya dari suporter, Fabregas diingatkan kembali mengenai memori masa lalu saat Como masih berjuang di kompetisi kasta rendah Serie D. Ia menegaskan status Como saat ini tetaplah sebuah tim sederhana yang enggan disandingkan dengan raksasa Italia lainnya.
"Hari ini banyak suporter mengirim pesan kepada saya dan mengingatkan soal masa-masa kami masih bermain di Serie D. Kami bukan Milan, Inter, Juventus, atau Napoli. Kami tim sederhana dan ingin menikmati momen ini," tegas Fabregas, pelatih Como.