Maye Musk Ungkap Masa Kecil Elon Musk dalam Acara JPMorgan

Share

Ibu Elon Musk, Maye Musk, mengungkapkan kecerdasan masa kecil serta kesederhanaan hidup putranya dalam acara JPMorgan pada Rabu (10/6/2026), dilansir dari Detik iNET.

Pengakuan tersebut disampaikan di hadapan pendiri SpaceX itu yang sedang duduk bersama CEO JPMorgan Jamie Dimon. Maye Musk menyatakan bahwa orang-orang di sekitarnya sempat tidak percaya ketika ia menyebut putranya yang baru berusia tiga tahun sebagai seorang anak jenius.

Respons ketidakpercayaan juga sempat muncul dari Maye Musk sendiri ketika sang anak menyampaikan rencana masa depannya.

"Dan ketika kamu berkata akan mulai membuat roket, aku memutar bola mataku," kenang Maye Musk.

Pernyataan tersebut diiyakan oleh bos SpaceX yang berada di lokasi. Maye Musk kemudian memberikan pujian atas keberhasilan putranya dalam mewujudkan impian tersebut.

"Dan kamu melakukannya. Ini adalah pesta yang besar dan kita semua merayakannya," puji sang ibu.

Setelah memberikan pujian, Maye Musk mengungkapkan rasa kasih sayang yang mendalam kepada pendiri Tesla tersebut di depan para hadirin.

"Love you, love you so much," ujarnya.

Ungkapan sayang dari sang ibu langsung mendapatkan respons hangat dari putranya di tempat acara.

"Love you too," timpal Elon Musk.

Hubungan erat antara ibu dan anak ini tercermin dari kehadiran Maye Musk yang kerap menemani putranya dalam berbagai acara penting serta kunjungannya ke kediaman Elon Musk. Ahli dietetika sekaligus model tersebut sempat membagikan cerita mengenai fasilitas minim yang ada di rumah orang terkaya di dunia itu melalui media sosial X.

Kondisi rumah yang terletak di Boca Chica, Texas, dekat markas SpaceX tersebut dinilai sangat sederhana untuk ukuran miliarder.

"Tidak ada makanan di kulkas. Garasi tempat saya tidur ada di sebelah kanan. Kamar mandi hanya punya satu handuk jadi saya meninggalkannya untuk Elon," ujarnya di X.

Gaya hidup minimalis sang anak tidak membuat Maye Musk terkejut karena pengalaman masa kecilnya yang terbiasa dengan keterbatasan. Ia menceritakan pengalamannya bertahan hidup di lingkungan yang menantang tanpa fasilitas memadai.

"Itu tidak masalah bagi saya. Saat masih kecil, saya pernah menghabiskan tiga minggu di Gurun Kalahari tanpa mandi. Berkali-kali. Tidak ada air. Saya rasa orang tua saya telah mempersiapkan saya untuk kemewahan ini," lanjutnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author