Demokrat Bantah Keterkaitan AHY dengan Mantan Wakil Kepala BGN

Share

Partai Demokrat membantah kabar mengenai kedekatan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya pada Selasa (9/6/2026). Dilansir dari Detikcom, tuduhan mengenai keterlibatan AHY dalam program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dipastikan tidak benar.

Penegasan tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra. Menurut penjelasan Herzaky, AHY sama sekali tidak memiliki hubungan maupun komunikasi dengan pihak mantan Wakil Kepala BGN tersebut.

"Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), tidak mengenal Saudara Sony Sonjaya. AHY tidak pernah bertemu maupun berkomunikasi dengan Saudara Sony Sonjaya," ujar Herzaky Mahendra Putra, Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat.

Pihak Partai Demokrat juga menyatakan bahwa tidak ada usulan ataupun permintaan bantuan yang mengalir dari AHY kepada Sony. Hubungan kerja maupun komunikasi informal terkait program-program di bawah kendali BGN dinyatakan tidak pernah ada.

"AHY tidak pernah mengusulkan, merekomendasikan, meminta bantuan, ataupun meminta dukungan kepada Saudara Sony Sonjaya terkait program SPPG maupun urusan lainnya, baik secara langsung maupun tidak langsung," kata Herzaky Mahendra Putra, Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat.

Selain masalah hubungan personal, Herzaky meluruskan pemberitaan yang memuat narasi mengenai adanya dua perwira tinggi yang diusulkan oleh ketua umum mereka. Isu mengenai keterlibatan dua koloner tersebut dinilai sebagai informasi yang tidak berdasar.

"Dalam postingan tersebut tidak dijelaskan siapa yang dimaksud dengan frasa 'AHY' maupun siapa '2 Orang Kolonel' yang dimaksud. Namun, apabila yang dimaksud adalah Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono, maka Partai Demokrat menegaskan bahwa pengaitan tersebut tidak memiliki dasar fakta apapun," ucap Herzaky Mahendra Putra, Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat.

Secara tegas, juru bicara partai tersebut menyebut pencantuman nama AHY dalam spekulasi proyek pengadaan gizi nasional itu merupakan bentuk pencemaran nama baik. Fakta di lapangan menunjukkan tidak ada prosedur pengusulan nama seperti yang diisukan.

"Karena itu, frasa '2 orang Kolonel usulan AHY', jika yang dimaksud menyangkut Agus Harimurti Yudhoyono, maka hal tersebut dapat dipastikan sebagai fitnah dan sama sekali tidak mengandung kebenaran," sambung Herzaky Mahendra Putra, Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat.

Pihak Demokrat menyatakan tetap menghargai kemerdekaan pers yang berlaku di Indonesia. Kendati demikian, partai berlambang mercy ini meminta agar setiap produk jurnalistik yang diterbitkan stasiun media selalu melewati proses verifikasi data yang valid.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author