Tunggak Gaji Empat Bulan George Brown Ancam Laporkan PSBS Biak ke FIFA
Manajemen PSBS Biak mendapatkan ancaman keras dari mantan pemain belakangnya, George Brown, terkait persoalan hak finansial yang belum diselesaikan. Pemain berkebangsaan Indonesia-Inggris tersebut menyatakan kesiapannya untuk membawa kasus ini ke pengadilan serta melaporkannya ke otoritas sepak bola dunia, FIFA.
Langkah tegas tersebut diambil karena pihak klub belum melunasi haknya selama hampir empat bulan, seperti dikutip dari Bola. Padahal, kompetisi BRI Super League 2025/2026 sudah resmi berakhir sejak akhir Mei lalu. George Brown memberikan batas waktu kepada manajemen Badai Pasifik hingga 10 Juni 2026 untuk menunjukkan itikad baik.
Pesepak bola berusia 27 tahun itu sebenarnya menjadi salah satu pilar utama lini pertahanan PSBS dengan catatan 14 penampilan. Namun, krisis finansial yang melanda internal klub memicu situasi yang tidak kondusif, hingga akhirnya ia memutuskan untuk angkat kaki sebelum seluruh rangkaian kompetisi selesai.
George Brown mengungkapkan bahwa ia bersama sejumlah pemain lainnya telah meninggalkan tim sejak awal Mei lalu, saat kompetisi masih menyisakan empat pertandingan terakhir. Menurutnya, kondisi finansial dan operasional internal tim selama mengarungi kompetisi sangat memprihatinkan.
"Ada pemain dan staf yang empat bulan gajinya belum dibayar. Kalau saya 3,5 bulan. Saya dan ada beberapa pemain yang sering main dibayar 50 persen, satu bulan untuk diam," kata George Brown.
Masalah yang dihadapi para pemain ternyata tidak terbatas pada perkara gaji saja. George Brown membeberkan bahwa PSBS juga mengalami kesulitan besar dalam memfasilitasi tempat latihan yang layak bagi skuad selama musim kompetisi berjalan.
"Namun, musim ini sangat berat untuk saya dan semua pemain. Sampai kita tidak ada lapangan untuk latihan, cuma official training dan langsung main saja biasanya. Hotel juga tidak dibayar sampai pernah kita ditahan saat mau ke bandara ketika di Bali," ujar George Brown.
Rentetan persoalan pelik tersebut membuat mantan pemain Persebaya Surabaya ini melabeli periodenya bersama PSBS sebagai pengalaman paling buruk sepanjang karier profesionalnya di dunia sepak bola. Ia menegaskan tidak akan ragu mengambil langkah hukum pidana maupun perdata jika manajemen tetap mengabaikan kewajiban mereka.
"Ya saya akan lapor ke FIFA dan lewat law firm lain," kata George Brown.
Pemain kelahiran London tersebut menilai manajemen selalu mengulur waktu dengan dalih menunggu dana subsidi kompetisi yang tidak kunjung menemui kejelasan. Ia berharap kasus yang dialaminya bisa menjadi pelajaran berharga untuk proses verifikasi finansial klub-klub di Liga Indonesia ke depan.
"Selama ini manajemen cuma sampaikan setiap Minggu billing liga mau kasih subsidi. Namun, belum tahu kapan, sampai sekarang setelah kompetisi selesai mereka tidak ada itikad baik sama sekali."
"Saya berharap semua hak pemain dan staf diselesaikan. Ini momen belajar untuk klub lain dan Liga Indonesia. Klub harus diverifikasi dengan benar sebelum musim mulai, financial accounts-nya harus sesuai," kata George Brown.