IHSG Melonjak 7,57 Persen Setelah Melemah Beruntun Seminggu
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penguatan signifikan sebesar 7,57 persen ke level 5.746,64 pada penutupan perdagangan Selasa (9/6). Lonjakan indeks saham Garuda tersebut terjadi setelah mengalami pelemahan berturut-turut sejak Rabu pekan lalu, sebagaimana dilansir dari Detik Finance.
Aktivitas perdagangan hari ini mencatat volume saham sebanyak 45,17 miliar dengan total nilai transaksi mencapai Rp 28,01 triliun. Adapun frekuensi perdagangan di bursa efek tercatat dilakukan sebanyak 2,714,409 kali.
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, mengonfirmasi adanya respons positif pasar terhadap kebijakan otoritas dan aksi korporasi. Menurut penjelasan Friderica, investor menyambut baik langkah pembelian kembali atau buyback saham oleh sejumlah emiten yang saat ini diizinkan tanpa melalui Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
"Hari ini alhamdulillah rebound. Dan kita lihat juga beberapa hal yang kemudian menjadi pertanyaan dari investor, sudah disampaikan. Dan juga kita melihat juga upaya untuk buyback saham ya, tanpa RUPS, sudah mulai ada wacana untuk dilakukan. Jadi kita melihat ini, sama-sama yuk supaya market kira bisa kembali lebih rebound," ungkap Friderica Widyasari Dewi, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Perempuan yang akrab disapa Kiki ini menambahkan bahwa penurunan IHSG sebelumnya bergerak selaras dengan bursa saham di Asia. Ia mencontohkan bursa Kospi Korea Selatan yang sempat menghentikan perdagangan sementara atau trading halt akibat merosot hingga 8,5 persen pada Senin kemarin.
"Kalau kita lihat kemarin di Korea itu sampai trading halt, ya, karena sudah 8,5% lebih mereka turun dan juga bursa-bursa lainnya. Tapi Di kita kemarin juga cukup dalam turunnya," pungkas Friderica Widyasari Dewi, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Pada perdagangan sehari sebelumnya, IHSG tergerus dalam sebesar 4,52 persen ke posisi 5.342,13. Penurunan tajam pada hari Senin tersebut sempat memperpanjang rekam jejak koreksi indeks sejak Rabu pekan lalu sebelum akhirnya berbalik arah menguat tajam.