Pemerintah Targetkan Defisit Anggaran RAPBN 2027 Maksimal 2,40 Persen

Share

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menetapkan target defisit anggaran dalam RAPBN 2027 sebesar 1,80 persen hingga maksimal 2,40 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) dalam Rapat Paripurna DPR RI pada Selasa (9/6/2026).

Kebijakan pengelolaan pembiayaan tersebut dirancang untuk menjaga stabilitas jangka menengah dan panjang, serta memicu akselerasi transformasi ekonomi nasional. Angka defisit yang diincar pemerintah ini tercatat lebih rendah dibandingkan dengan realisasi defisit APBN 2025 yang menyentuh posisi 2,92 persen.

Pernyataan mengenai arah kebijakan fiskal ini disampaikan oleh pemerintah untuk memberikan jawaban atas pandangan berbagai fraksi terhadap Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF), sebagaimana dilansir dari Bloomberg Technoz.

“Oleh karena itu, kebijakan pembiayaan anggaran senantiasa diarahkan untuk mendorong kegiatan produktif yang dapat memperkuat daya saing dan ketahanan ekonomi nasional dalam jangka menengah dan jangka panjang,” kata Purbaya dalam rapat.

Langkah penutupan defisit dilakukan lewat skema pembiayaan yang inovatif, berhati-hati, dan berkelanjutan dengan menjaga utang tetap aman. Sinergi juga dijalankan bersama Danantara, Special Mission Vehicles, Badan Layanan Umum, dan Sovereign Wealth Fund untuk menyediakan bantalan fiskal yang efisien.

Pemerintah turut mematok sejumlah indikator makro ekonomi utama demi mengawal ketahanan fiskal, seperti target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,8 persen hingga 6,5 persen untuk menuju target 8 persen pada tahun 2029.

Suku bunga SBN tenor 10 tahun diproyeksikan pada kisaran 6,5 persen hingga 7,3 persen. Sementara itu, pendapatan negara ditargetkan sebesar 11,82 persen hingga 12,40 persen dari PDB, dengan alokasi belanja negara sebesar 13,62 persen hingga 14,80 persen dari PDB.

Pada sektor energi, ketahanan fiskal akan ditopang oleh asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) sebesar US$70 sampai US$95 per barel. Pemerintah juga membidik target lifting minyak bumi sebesar 602.000 hingga 615.000 barel per hari, serta lifting gas bumi sebesar 934.000 hingga 977.000 barel setara minyak per hari.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author