Bank Indonesia Perkuat Empat Langkah Stabilisasi Kurs Rupiah

Share

Bank Indonesia menyiapkan empat strategi baru untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah menyusul tren pelemahan akibat gejolak ekonomi global dan tingginya permintaan valuta asing di dalam negeri pada Selasa (9/6/2026).

Langkah taktis ini diluncurkan bersamaan dengan kebijakan pengetatan moneter melalui kenaikan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin hingga menyentuh level 5,50 persen. Penyesuaian tersebut juga diikuti naiknya suku bunga Deposit Facility menjadi 4,50 persen dan Lending Facility menjadi 6,25 persen.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menjelaskan bahwa otoritas moneter akan menaikkan struktur imbal hasil instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia pada seluruh tenor perdagangan.

"Kenaikan struktur suku bunga SRBI dimaksud dilakukan sesuai mekanisme pasar dan untuk menjadikan investasi portofolio di Indonesia tetap kompetitif dengan negara lain," kata Ramdan Denny Prakoso.

Selain mengoptimalkan instrumen sekuritas, bank sentral turut memotong tingkat swap lindung nilai sebesar 10 persen bagi para pemodal internasional guna menstimulasi aliran modal masuk ke pasar domestik.

"Perluasan fasilitas repo ini akan menjadi instrumen utama dalam pengelolaan likuiditas moneter dibandingkan dengan mekanisme lain, termasuk melalui pembelian SBN dari pasar sekunder yang selama ini ditempuh Bank Indonesia," lanjut Ramdan Denny Prakoso terkait pembukaan lelang repo perbankan tenor 3 hingga 12 bulan.

Langkah terakhir bertumpu pada peningkatan intensitas intervensi valas pada pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward, serta penguatan koordinasi kebijakan fiskal bersama Kementerian Keuangan.

"Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi kebijakan moneter dengan kebijakan fiskal Pemerintah untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah," kata Ramdan Denny Prakoso.

Sinergi dua lembaga ini difokuskan pada pengelolaan kas negara di bank sentral serta penciptaan imbal hasil surat utang yang kompetitif.

"Koordinasi fiskal-moneter yang sudah kuat selama ini terus akan diperkuat dari waktu ke waktu dan dilakukan secara berkesinambungan untuk saling mendukung dan seirama dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi, dengan keyakinan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap terjaga kuat dan berdaya tahan dalam menghadapi gejolak global," tutup Ramdan Denny Prakoso.

Kenaikan BI Rate dari posisi 5,25 persen hasil RDG Mei lalu ini sekaligus menjadi langkah antisipatif bank sentral dalam mengendalikan target inflasi nasional di rentang 2,5 plus minus 1 persen untuk periode 2026 dan 2027.

"Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mingguan Bank Indonesia pada hari ini, tanggal 9 Juni 2026 memutuskan untuk kembali menaikkan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,50 persen," jelas Ramdan Denny Prakoso.

Evaluasi berkala terhadap pelaksanaan bauran kebijakan moneter terus dijalankan setiap hari Selasa untuk memitigasi dampak konflik geopolitik Timur Tengah terhadap ketahanan eksternal ekonomi Indonesia.

"Kebijakan ini juga ditujukan untuk meningkatkan imbal hasil bagi daya tarik masuknya aliran masuk investasi portfolio asing ke Indonesia," tambah Ramdan Denny Prakoso.

Menurut laporan tirto.id, depresiasi kurs rupiah yang terjadi belakangan ini juga dipicu oleh aksi jual serta aliran keluar modal portofolio asing dari pasar keuangan dalam negeri.

"Di samping disebabkan oleh gejolak global yang terus berlanjut dan tingginya permintaan valuta asing dalam negeri, pelemahan juga didorong oleh aliran keluar investasi portofolio asing dari Indonesia," aku Ramdan Denny Prakoso.

Oleh sebab itu, optimalisasi berbagai insentif dalam operasi moneter diharapkan mampu membentengi struktur ekonomi domestik dari tekanan eksternal.

"Di samping kenaikan BI-Rate menjadi 5,50 persen, Bank Indonesia juga menempuh langkah-langkah penguatan stabilisasi nilai tukar Rupiah dengan meningkatkan imbal hasil dan sejumlah insentif lain dalam operasi moneter bagi masuknya aliran investasi asing," tukas Ramdan Denny Prakoso.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author