Arumi Bachsin Siapkan Anak Sulung Masuk Jenjang SMP

Share

Putri sulung pasangan Arumi Bachsin dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, Lakeisha Ariestia Dardak, bersiap melanjutkan pendidikan ke jenjang sekolah menengah pertama setelah menyelesaikan masa sekolah dasar pada Selasa (9/6/2026).

Pertumbuhan sang anak yang akrab disapa Keisha tersebut membuat Arumi Bachsin terkejut karena merasa waktu berjalan sangat cepat, sebagaimana dilansir dari Detik Hot.

"Mau punya anak yang SMP tuh aku merasa, 'Oh, akunya udah tua ya, anak udah gede.' Nah, ternyata emang beda banget," kata Arumi Bachsin kepada detikcom di Studio Pagi-pagi Ambyar Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan, Selasa (9/6/2026).

Perubahan karakter Keisha disadari oleh Arumi saat ia memperhatikan kembali dokumentasi foto-foto lama putrinya sejak awal masuk sekolah dasar.

"Dulu ngeliatin foto-foto dia dari zaman SD tapi yang masih kelas-kelas kecil kayak kelas 1, kelas 2, terus kelas 5, itu ternyata udah beda banget karakternya gitu," ungkap Arumi Bachsin.

Fase remaja ini memberikan pengalaman baru bagi Arumi karena sang anak kini sudah mulai memiliki selera personal dan mampu diajak bertukar pikiran, meskipun menjadi tantangan tersendiri dalam mengarahkannya.

"Jadi aku tuh harus hati-hati gitu, misalnya pilihin baju, pilihin ini, udah punya selera sendiri," tutur Arumi Bachsin.

Arumi kemudian menceritakan dinamika sehari-hari yang ia hadapi ketika mencoba memilihkan pakaian untuk anak sulungnya tersebut.

"Kalau waktu kecil kan enak, dipakein apa aja mau kan, tapi kalau sekarang kadang-kadang mamanya yang lupa, jadi kayak, 'Kak, pakai yang ini aja.' Terus dia bilang, 'Gak, aku lebih suka yang ini.' Oh, ternyata bagus juga sih," kata Arumi Bachsin sambil tersenyum.

Istri Emil Dardak ini menjelaskan bahwa tidak ada persiapan khusus untuk menyambut jenjang SMP, melainkan hanya mengharapkan konsistensi sikap baik dari anaknya.

"Jadi anaknya cukup rajin. Terus ada usahanya gitu. Jadi bukan cuma sekolah terus pulang. Nanti kalau misalnya dia ada tes atau ada ini, tuh dia emang belajar," jelas Arumi Bachsin.

Kemandirian Keisha dalam mengelola jadwal kegiatan sehari-hari tanpa perlu pengawasan ketat menjadi hal yang disyukuri oleh sang ibu.

"Anaknya tuh nggak perlu mamanya omel-omelin, dia tuh udah tertata gitu lo. Dia hafal schedule-nya, dia udah ini gitu," lanjut Arumi Bachsin.

Kendati demikian, Arumi tetap mengantisipasi munculnya perubahan kebiasaan baru yang biasa terjadi pada anak-anak yang memasuki masa pubertas.

"Karena kan nanti semakin remaja itu kan biasanya udah pengen dandan, udah pengen ini, normal sih. Tapi kadang-kadang tuh jadi rutinitasnya terganggu. Nah, maksudnya tetap ada rutinitas yang positifnya dipertahaman, sambil tetap berkembang gitu," ujar Arumi Bachsin.

Kekhawatiran sebagai orang tua juga dirasakan olehnya mengingat perkembangan zaman dan pola pergaulan generasi masa kini sudah sangat berbeda dengan eranya dulu.

"Apalagi kalau zaman sekarang kan anak-anak juga udah mulai pegang HP sendiri, walaupun masih diawasi. Tapi anak zaman saya waktu seumur dia sama sekarang dia, kan beda gitu, tantangannya beda, pergaulannya beda," tutur Arumi Bachsin.

Sebagai langkah antisipasi, Arumi dan Emil terus memberikan arahan, meski ia memahami bahwa anak remaja cenderung lebih mendengarkan masukan dari teman sebaya mereka.

"Karena kadang-kadang kan di usia-usia segini tuh apa kata teman itu lebih dipercaya. Tapi buat orang tua aja sih, buat kita sih selama dia masih mau cerita, itu udah paling bener deh gitu. Udah paling senang gitu loh," kata Arumi Bachsin.

Keterbukaan komunikasi antara anak dan orang tua dinilai menjadi kunci utama agar pengawasan serta bimbingan tetap bisa berjalan dengan baik.

"Kalau kamu mau cerita, 'Eh begini lo,' ternyata kita tuh bisa bantu awasin, bisa, 'Oh Kak, yang ini bener, yang ini gak,' gitu. Cuma selama ini sih ini kan masih remaja awal ya, jadi belum banyak pengalaman yang bikin kita worry gitu. Ya mudah-mudahan tetap mau terbuka sama orang tuanya," pungkas Arumi Bachsin.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author