OpenAI Bakal Rombak ChatGPT Jadi Super App
OpenAI berencana melakukan perombakan besar-besaran pada ChatGPT untuk mengubah platform tersebut menjadi sebuah 'super app'. Versi terbaru ini dijadwalkan meluncur dalam beberapa minggu mendatang, baik untuk aplikasi seluler maupun situs web.
Dilansir dari Detik iNET yang mengutip laporan Financial Times, pembaruan ini akan mendorong pengguna untuk menjelajahi berbagai fungsi di luar percakapan teks biasa. Fitur-fitur tersebut mencakup pemrograman, pembuatan gambar, hingga akses langsung ke aplikasi pihak ketiga yang dikembangkan oleh mitra seperti Canva dan Booking.com.
Langkah transformasi ini akan menempatkan Coding, sebuah layanan pemrograman berbasis kecerdasan buatan (AI) milik OpenAI, sebagai menu utama. Strategi ini merefleksikan pergeseran visi OpenAI yang meyakini bahwa masa depan AI terletak pada agen pintar pengeksekusi tugas, bukan lagi sekadar chatbot interaktif.
"Chat sudah mati," kata seorang karyawan senior OpenAI yang tidak disebut namanya, seperti dikutip dari Financial Times, Selasa (7/6/2026).
Kepala Produk dan Platform OpenAI, Thibault Sottiaux, menjelaskan bahwa perusahaan tengah fokus mengonsep agen pribadi yang fleksibel. Asisten pintar ini nantinya dirancang agar bisa diakses secara universal oleh pengguna melalui aplikasi mobile, komputer desktop, hingga sistem komputasi mobil.
"Apa yang sedang kembangkan adalah Anda akan memiliki agen pribadi yang dapat membantu Anda… dalam segala hal dalam hidup Anda, baik dalam kehidupan pribadi atau kerja," ujar Sottiaux.
Saat ini, ChatGPT memiliki basis pengguna global yang mendekati satu miliar orang, tetapi mayoritas masih memanfaatkan layanan tersebut tanpa biaya. Para eksekutif OpenAI kini berupaya menjadikan platform ini sebagai jembatan untuk mengarahkan pengguna ke produk premium berbayar, salah satunya Codex.
Sektor bisnis menjadi penyumbang utama bagi Codex, di mana layanan coding ini sebagian besar diakses melalui skema berbayar. OpenAI mencatat kepemilikan dua juta pelanggan korporat yang memasok sekitar 40% dari total pendapatan, dengan proyeksi pertumbuhan mencapai 50% pada akhir tahun ini.
Jumlah pengguna aktif mingguan Codex kini telah menyentuh angka 5 juta, memperlihatkan lonjakan sebesar enam kali lipat sejak diperkenalkan pada Februari lalu. Ekspansi produk ini memperketat peta persaingan antara OpenAI dan Anthropic yang sukses memikat kalangan programmer lewat produk Claude Code.
Restrukturisasi ChatGPT disinyalir menjadi taktik OpenAI untuk menjaga posisi kompetitifnya terhadap Anthropic. Terlebih lagi, kedua perusahaan teknologi raksasa ini baru saja mengumumkan rencana strategis mereka untuk melantai di bursa saham.
Proyek pengembangan super app oleh OpenAI sebenarnya bukan merupakan rumor baru di industri. Pada Maret lalu, Wall Street Journal dan CNBC sempat melaporkan bahwa OpenAI sedang menguji coba ekosistem aplikasi terintegrasi yang menggabungkan ChatGPT, peramban web, dan versi desktop dari Codex.