Masyarakat Respons Pernyataan Prabowo Mengenai Impian Kaya Raya
Pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai impian masyarakat yang hanya ingin hidup layak memicu beragam respons dari kalangan menengah dan bawah di Jakarta pada Kamis (21/5), dilansir dari Bloomberg Technoz.
Tanggapan ini muncul di tengah kondisi perekonomian nasional yang sedang menghadapi tekanan global serta pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Faris, seorang karyawan swasta, menilai pandangan pemerintah kurang tepat karena banyak warga tetap memiliki cita-cita menjadi kaya demi membantu sesama.
"Sebenarnya orang Indonesia banyak bermimpi jadi orang kaya, dan salah satunya saya mau kok jadi orang kaya, karena sudah kaya bisa membantu banyak orang," ujar Faris, karyawan swasta.
Karyawan swasta tersebut menambahkan bahwa pendapatan dari hasil bekerja selama enam tahun saat ini sudah berada dalam kondisi yang cukup.
"Udah bekerja selama 6 tahun, dan justru malah cukup buat sehari-hari, buat liburan, bisa buat nabung juga. Ya karena statement-nya ngawur saja (pemerintah). Orang Indonesia mah pasti mau jadi orang kaya," kata Faris.
Pandangan berbeda disampaikan oleh Inem, seorang pedagang sayur yang menilai ketenangan dan rasa syukur jauh lebih penting daripada ambisi menumpuk harta.
"Aku sih ora pengin mimpi jadi orang kaya raya. Penginnya ayem tentrem, semuanya kecukupan," ujar Inem, pedagang sayur.
Perempuan yang sudah puluhan tahun berdagang ini merasa kepemilikan aset sederhana saat ini sudah menunjang kehidupan keluarganya dengan baik.
"Kalau hatiku sudah merasa cukup, ya sudah alhamdulillah. Ada motor, anak bisa sekolah, ada rumah di kampung, itu sudah lebih dari cukup," tutur Inem.
Ia juga menyatakan keengganannya untuk memiliki kekayaan yang berlebih karena enggan dipusingkan oleh urusan kewajiban keagamaan.
"Aku ndak mau yang kaya banget itu, nanti pusing mikir keluarin zakatnya," kata Inem.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pandangannya mengenai cita-cita realistis masyarakat saat menghadiri rapat paripurna penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF).
"Rakyat kita tidak bermimpi untuk mengalami kehidupan yang kaya raya, tapi mereka bermimpi untuk bisa hidup dengan layak, dengan baik," ujar Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.
Situasi ekonomi global yang dinamis dan fluktuasi nilai tukar rupiah kini membuat masyarakat dari berbagai lapisan cenderung makin berhati-hati dalam mengelola pengeluaran keuangan sehari-hari.