Universal Music Siapkan Obligasi Rp20 Triliun Setelah Tolak Akuisisi Bill Ackman
Universal Music Group NV sedang melakukan pembicaraan dengan para investor menjelang rencana penerbitan obligasi dua tahap senilai €1 miliar atau sekitar Rp20 triliun pada hari Senin.
Langkah korporasi ini diambil setelah perusahaan hiburan musik global tersebut menolak penawaran akuisisi yang diajukan oleh miliarder hedge fund, Bill Ackman.
Universal Music memiliki peringkat Baa1 dari Moody's Ratings dan BBB+ dari S&P Global Ratings, seperti dilansir dari Bloombergtechnoz.
Perusahaan memasuki pasar obligasi untuk membiayai kembali utang yang ada saat ini, serta guna mendanai berbagai kebutuhan korporasi secara umum.
Berdasarkan data yang dihimpun Bloomberg, Universal Music memiliki pinjaman jangka pendek atau bridge loan senilai €1 miliar yang diatur awal tahun ini dan akan jatuh tempo pada akhir Juli.
Selain itu, perusahaan juga tercatat memiliki obligasi senilai €500 juta yang dijadwalkan bakal jatuh tempo pada tahun 2027 mendatang.
Penawaran obligasi terbaru ini mencakup dua bagian, yaitu tranche bertenor empat tahun dan tranche bertenor 10 tahun.
Masing-masing dari tenor tersebut diperkirakan memiliki nilai mencapai €500 juta.
Penerbitan instrumen utang ini dilakukan setelah Bill Ackman menjual kepemilikan sahamnya senilai €1,42 miliar di Universal Music yang tercatat di Amsterdam.
Manajemen perusahaan sebelumnya menolak tawaran dari Ackman yang akan menilai Universal Music berada di angka sekitar €56 milar.
Pihak manajemen beralasan bahwa harga yang diajukan tersebut secara fundamental dan material meremehkan nilai UMG.
Dalam penjualan obligasi ini, BNP Paribas SA dan Crédit Agricole CIB bertindak sebagai koordinator global.
Proses ini juga didampingi oleh beberapa lembaga keuangan lain selaku bookrunner aktif.
Lembaga yang terlibat meliputi Intesa Sanpaolo, Mediobanca SpA, Mizuho Financial Group Inc., Morgan Stanley, Banco Santander SA, dan Société Général SA.