Iran Pangkas Harga Minyak Mentah demi Gaet Kilang Independen China

Share

Harga minyak mentah asal Iran mengalami pemangkasan besar-besaran untuk pasar China. Langkah ini diambil demi menarik kembali minat sejumlah kilang minyak independen yang mulai mengurangi operasional akibat tekanan margin keuntungan yang menipis.

Seperti dilansir dari Bloombergtechnoz, para pedagang di pasar mengungkapkan bahwa minyak mentah jenis Iran Light untuk pengiriman Juli kini ditawarkan dengan potongan harga. Nilai diskon tersebut mencapai lebih dari US$1 per barel dibandingkan dengan patokan ICE Brent.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan situasi pada bulan lalu ketika harga minyak tersebut masih memiliki nilai premi. Selain pasokan dari Iran, harga minyak mentah dari wilayah timur jauh Rusia dilaporkan turut mengalami penurunan serupa.

Kilang independen di China, yang sering dijuluki sebagai "teapots", selama ini menjadi pemborong utama dari minyak mentah pasokan Iran. Namun, kelompok usaha tersebut kini tengah menghadapi himpitan ekonomi yang berat akibat kerugian operasional yang terus membengkak.

Pemerintah Beijing sebelumnya sempat menginstruksikan kilang-kilang ini untuk terus memproduksi bahan bakar demi meredam gejolak dampak konflik di Timur Tengah. Walau demikian, mandat tersebut kini mulai dilonggarkan seiring dengan makin tingginya kerugian yang diderita pihak kilang.

Berdasarkan data dari Kpler Ltd, aliran minyak dari Iran menuju Negeri Tirai Bambu tersebut merosot hingga menyentuh angka 1,1 juta barel per hari pada Mei. Jumlah ini menjadi level pasokan terendah sejak Januari 2025.

Data tersebut juga memperlihatkan bahwa saat ini ada sekitar 56 juta barel minyak mentah Iran yang masih tertahan di dalam kapal-kapal tanker di seluruh dunia. Lebih dari 60 persen dari total kapal tangki tersebut kini sedang berlabuh di kawasan Selat Singapura serta wilayah lepas pantai China.

Secara umum, kilang independen China biasanya menguasai hingga 90 persen dari total penjualan komoditas minyak Iran. Di sisi lain, Amerika Serikat terus memperketat sanksi perdagangan tersebut demi menekan Teheran agar bersedia masuk ke dalam kesepakatan damai.

Hengli Petrochemical (Dalian) Refinery Co yang merupakan salah satu raksasa kilang independen menjadi entitas bisnis terbaru yang masuk dalam target sanksi Washington. Tekanan ini ikut mempengaruhi peta perdagangan minyak di wilayah tersebut.

Pada komoditas lain, harga minyak mentah ESPO yang menjadi andalan Rusia ikut merosot menjadi premi US$3 terhadap ICE Brent akibat sepinya permintaan dari kilang kecil China. Angka tersebut turun drastis dari posisi bulan lalu yang sempat menyentuh premi US$6.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author