Dokter Laurencia Ardi Ingatkan Tubuh Tetap Membutuhkan Asupan Gula
Health Communicator Kalbe Nutritionals, dr Laurencia Ardi, MGizi, AIFO-K, mengingatkan masyarakat bahwa tubuh tetap memerlukan gula sebagai sumber energi di tengah tren diet tanpa gula saat ini.
Penjelasan tersebut disampaikan dalam acara detikcom Leaders Forum bertajuk "Jebakan Hidden Sugar: Ada di Mana-mana, Diam-diam Bikin Gendut" pada Jumat (5/6/2026), sebagaimana dilansir dari Detik Health.
Langkah menghentikan konsumsi gula secara total dinilai kurang tepat karena zat tersebut merupakan bagian dari karbohidrat yang mengoptimalkan fungsi tubuh.
"Jadi, untuk asupan makanan gula itu gak harus kita stop, nggak boleh makan gula sama sekali. Jadi gula tetap boleh dikonsumsi, tapi dengan catatan jumlahnya jangan berlebihan," kata dr Laurencia Ardi, Health Communicator Kalbe Nutritionals.
Tubuh memerlukan energi dari karbohidrat dan gula untuk mendukung aktivitas harian seperti berjalan, bekerja, hingga menjaga fungsi kognitif otak.
"Karena gula itu bagian dari karbohidrat dan merupakan salah satu sumber energi utama untuk tubuh kita supaya kita bisa tetap beraktivitas, kita tetap bisa berpikir, itu membutuhkan energi yang sumbernya bisa dari karbohidrat ataupun gula itu sendiri," jelas dr Laurencia Ardi, Health Communicator Kalbe Nutritionals.
Pola makan seimbang melalui konsep isi piringku direkomendasikan dengan porsi karbohidrat sekitar 40 sampai 60 persen, yang dapat dipenuhi dari variasi makanan seperti nasi, kentang, jagung, roti, dan buah-buahan.
"Kita itu dalam sehari memang yang disarankan adalah nutrisi seimbang atau lebih gampangnya adalah isi piringku. Di mana untuk isi piringku atau nutrisi seimbang itu karbohidrat sekitar 40-60%, kemudian ada protein juga dan juga ada lemak. Nah, 40-60% karbohidrat itu gula menjadi bagian dari situ," ujar dr Laurencia Ardi, Health Communicator Kalbe Nutritionals.
Masyarakat diimbau untuk membatasi takaran konsumsi dan mewaspadai keberadaan gula tersembunyi pada produk kemasan demi mencegah risiko obesitas serta gangguan metabolik.
"Nah, kalau berdasarkan dari pemerintah sendiri, asupan gula ada sekitar 4 sampai 5 sendok makan," kata dr Laurencia Ardi, Health Communicator Kalbe Nutritionals.
Konsumsi gula yang sesekali melebihi batas anjuran dapat disiasati dengan meningkatkan intensitas olahraga guna menjaga keseimbangan energi harian.
"Kalau memang sudah terlanjur kita mengonsumsi karbohidrat ataupun gula yang berlebihan, bisa kita imbangi dengan membuat olahraganya yang lebih ditingkatkan lagi," ujar dr Laurencia Ardi, Health Communicator Kalbe Nutritionals.