Dokter Gizi Ungkap Peran DNA dalam Menentukan Metode Diet

Share

Akses informasi mengenai berbagai metode diet seperti intermittent fasting hingga diet rendah karbohidrat kini semakin mudah berkat media sosial. Namun, hasil yang diperoleh setiap orang bisa berbeda meskipun menerapkan metode yang serupa.

Dilansir dari Detik Health, perbedaan hasil tersebut sering ditemui dalam praktik klinis. Spesialis gizi klinik, dr Yaze, SpGK, menyampaikan bahwa banyak pasien mempertanyakan alasan metode diet yang sukses dilakukan orang lain justru gagal pada mereka.

"Sering kali pasien datang dengan pertanyaan yang sama, mengapa diet yang berhasil pada teman atau anggota keluarganya justru tidak memberikan hasil yang serupa pada dirinya," ujar dr Yaze.

Faktor genetik atau DNA yang ada di dalam tubuh masing-masing individu menjadi salah satu jawaban atas perbedaan tersebut. Karakteristik biologis ini memegang peranan penting dalam pola makan modern yang kini mengarah pada pendekatan personal.

Respons tubuh manusia tidak selalu sama meski mengonsumsi jenis makanan yang identik dan menjalani pola hidup yang mirip. Menurut dr Yaze, susunan genetik menjadi salah satu faktor penentu dalam proses metabolisme tersebut.

"Dua orang dapat mengonsumsi makanan yang sama dan menjalani pola hidup yang mirip, tetapi respons tubuhnya belum tentu identik. Faktor genetik menjadi salah satu hal yang turut berperan dalam proses tersebut," jelas dr Yaze.

DNA bertugas menyimpan informasi untuk mengatur fungsi tubuh, termasuk proses pengolahan zat gizi. Variasi genetik memengaruhi bagaimana tubuh mengolah karbohidrat, lemak, kafein, hingga respons terhadap aktivitas fisik, sehingga kebutuhan nutrisi tidak dapat disamaratakan.

Nutrigenomik dan Pola Makan Personal

Hubungan antara gen dan nutrisi kini dipelajari secara khusus melalui bidang ilmu nutrigenomik. Pendekatan ini membantu peneliti memahami alasan di balik perbedaan respons tubuh terhadap makanan, termasuk variasi terhadap zat gizi dan olahraga.

Perkembangan ilmu nutrigenomik memicu lahirnya konsep personalized nutrition atau nutrisi yang dipersonalisasi. Langkah ini berupaya menyesuaikan pola makan berdasarkan karakteristik unik setiap individu, bukan sekadar mengikuti rekomendasi umum.

Gaya Hidup Tetap Utama

Walaupun faktor genetik memegang peran penting, DNA bukan satu-satunya penentu kondisi kesehatan seseorang. Kebiasaan dan gaya hidup sehari-hari tetap menjadi fondasi paling utama bagi tubuh.

"Banyak orang mengira DNA menentukan segalanya, padahal gaya hidup tetap memegang peranan yang sangat besar. Pola makan seimbang, aktivitas fisik yang teratur, tidur yang cukup, serta pengelolaan stres tetap menjadi fondasi utama kesehatan," kata dr Yaze.

Pemahaman mengenai DNA berfungsi untuk membantu mengenali kebutuhan spesifik tubuh. Namun, hasil akhir kesehatan tetap dipengaruhi oleh konsistensi dalam menjaga pola makan, olahraga, istirahat, dan pengelolaan stres.

Arah Baru Tren Diet

Tren diet yang sedang populer sering kali menjadi pusat perhatian masyarakat luas. Padahal, ilmu nutrisi membuktikan bahwa kebutuhan biologis setiap orang sangat bervariasi tergantung karakteristik tubuhnya.

Menurut dr Yaze, konsep personalized nutrition dapat membantu pasien mengenali kebutuhan tubuh secara lebih baik agar tidak terjebak mengikuti tren diet tanpa pertimbangan matang.

"Ke depan, kita mungkin tidak lagi bertanya diet apa yang paling populer, tetapi diet apa yang paling sesuai dengan tubuh kita sendiri," ujar dr Yaze.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author