7 Game Live-Service Dengan Rekor Tutup Server Tercepat
Published
·
4 Reads
Pengembang game saat ini gencar meluncurkan game live-service karena potensi keuntungan finansial yang besar. Namun, tidak semua proyek berjalan mulus akibat masalah server, gameplay yang membosankan, hingga kontrak publikasi. Berikut adalah 7 game live-service dengan rekor tutup server tercepat versi Gamebrott.
- Love Live! School Idol Festival 2 — Game rhythm mobile ini merilis dan mengumumkan penutupan server globalnya secara bersamaan demi menutup operasional dalam waktu 120 hari karena masalah hak kepemilikan dan kegagalan retensi pemain dari sekuel sebelumnya.
- Highguard — Rilis pada 26 Januari 2026, game gratis ini hanya bertahan selama 45 hari akibat gameplay tanpa arah yang jelas, ukuran peta 3v3 yang terlalu luas, serta desain karakter yang dinilai tidak menarik.
- The Day Before — Sempat dinanti sebagai game survival terbaik, game berbayar ini memicu gelombang refund massal di Steam setelah dinilai sebagai penipuan, hingga akhirnya menutup server dalam waktu 45 hari saja.
- Radical Heights — Game battle royale bertema era 80-an garapan Boss Key Productions ini terpaksa menyerah kalah dari PUBG dan Fortnite lalu menutup servernya setelah hanya aktif selama 34 hari dalam masa Early Access.
- The Cube, Saves Us — Game extraction-action asal Korea Selatan yang rilis pada 18 Maret 2026 ini harus menyudahi operasionalnya setelah 21 hari akibat mekanisme kontrol yang kaku dan minimnya strategi promosi.
- Concord — Menjadi ikon kegagalan besar live-service dengan biaya fantastis, game hero shooter berbayar ini ditutup dalam waktu 14 hari pasca-rilis karena kalah bersaing dengan kompetitor gratis dan memiliki desain karakter generik.
- The Culling 2 — Memegang rekor tercepat dalam sejarah, sekuel ini hanya bertahan selama 8 hari setelah mendapat kritik tajam karena merombak total identitas unik seri pertamanya menjadi game battle royale tiruan.
Itulah 7 game live-service dengan rekor tutup server tercepat. Kegagalan ini menjadi bukti nyata bahwa persaingan di pasar industri game modern berjalan sangat kompetitif dan kejam.
Follow publika.id on Google News
Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author