Pemerintah Evaluasi Komunikasi Moneter Setelah Rupiah Tembus Rp18.000
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi merespons penilaian pelaku pasar mengenai sikap Bank Indonesia yang dianggap bungkam saat nilai tukar rupiah menembus level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat di Kompleks Parlemen pada Sabtu, 6 Juni 2026.
Dilansir dari Bloomberg Technoz, pergerakan rupiah yang terus terdepresiasi hingga mencapai level Rp18.020 per dolar AS berimbas negatif pada Indeks Harga Saham Gabungan. IHSG tercatat melemah sebesar 1,7 persen ke level 5.839 pada perdagangan kemarin.
Prasetyo Hadi menyatakan bahwa koordinasi dan penyampaian informasi dari pemerintah beserta otoritas moneter kepada para pelaku pasar sebenarnya dilakukan secara terus-menerus. Namun, ia mengakui adanya ruang perbaikan dalam strategi komunikasi publik tersebut.
"Tidak ada sesuatu yang menurut pendapat kami sempurna gitu tidak ada. Jadi ya memang kalau kita merasa ada yang perlu kita perbaiki ya mari kita perbaiki bersama-sama, karena kan ekonomi ini kan tidak hanya berdiri sendiri-sendiri ya," kata Prasetyo Hadi, Menteri Sekretaris Negara.
Pemerintah juga mengimbau seluruh elemen untuk menjaga stabilitas pasar saham dan keuangan domestik dari tindakan spekulasi. Hal ini dikarenakan aktivitas spekulan dinilai turut memperburuk fluktuasi nilai tukar serta indeks saham.
"Kadang-kadang kan banyak juga yang mohon maaf ya ada nakal-nakalnya, mohon maaf ada spekulan-spekulannya yang tidak disadari itu juga memberi pengaruh gitu terhadap nilai tukar atau terhadap indeks harga saham kita di IHSG kita gitu," ujar Prasetyo Hadi, Menteri Sekretaris Negara.
Kondisi ekonomi terkini kemudian mendorong Dewan Perwakilan Rakyat untuk mengumpulkan otoritas fiskal dan moneter pada hari yang sama. DPR memanggil Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo untuk mengadakan rapat evaluasi.
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menjelaskan bahwa pemanggilan tersebut bertujuan untuk menyelaraskan kebijakan antara kedua lembaga. Langkah koordinasi ini diambil demi menjaga tren pertumbuhan ekonomi nasional.
"Pagi hari ini kami DPR sengaja berkumpul dengan teman-teman otoritas moneter maupun fiskal dan pemerintah untuk mengadakan evaluasi mengenai perkembangan ekonomi sekaligus kemudian melakukan koordinasi bagaimana antara fiskal dan monteter bisa saling mendukung demi pertumbuhan ekonomi yang lebih baik," kata Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Ketua DPR.