Menteri Keuangan Respons Isu Tren Jual Indonesia di Pasar Saham

Share

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan tanggapan resmi mengenai fenomena 'sell Indonesia' yang ramai disorot media internasional di Kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (6/6/2026). Sentimen negatif ini mencuat menyusul tekanan berat pada nilai tukar rupiah dan penurunan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Kondisi pasar keuangan domestik sendiri mengalami guncangan hebat sepanjang tahun 2026 berjalan. Dilansir dari Detik Finance, Bloomberg mencatat bahwa IHSG telah merosot hingga 36% sepanjang tahun 2026, menjadikannya pasar saham dengan performa terburuk di antara lebih dari 90 indeks global yang dipantau.

Selain kejatuhan indeks saham, mata uang rupiah juga mengalami pelemahan lebih dari 7%. Situasi tersebut memicu penarikan dana miliaran dolar AS oleh investor asing dari pasar obligasi Indonesia, sebuah perubahan drastis bagi negara kaya komoditas yang sebelumnya menjadi tujuan utama investasi portofolio pasar negara berkembang.

Menanggapi penilaian eksternal tersebut, Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa fenomena penjualan tersebut belum tentu merefleksikan keadaan ekonomi nasional secara menyeluruh. Menurutnya, salah satu ulasan dari media asing tersebut kurang memahami realitas ekonomi domestik.

"Itu kan diterbitkan, itu tren jual Indonesia saya baca di Bloomberg ya, salah satu penulis mungkin nggak tau keadaan Indonesia seperti apa," sebut Purbaya, Menteri Keuangan.

Pemerintah kemudian mengambil langkah taktis dengan mempercepat perilisan laporan APBN KiTA. Kebijakan ini diambil sebagai strategi untuk memberikan informasi pertimbangan yang akurat kepada pelaku pasar mengenai kekuatan fundamental fiskal negara.

"Ketika kemarin, makanya kemarin sengaja saya percepat APBN KiTA, untuk melihatkan ke pasar bahwa kondisi fiskal kita baik, ekonominya juga cukup kuat, sehingga nanti lama-lama sentimen negatif itu bisa hilang," imbuh Purbaya, Menteri Keuangan.

Kementerian Keuangan mengimbau para investor untuk menelaah data ekonomi secara komprehensif sebelum mengambil keputusan. Purbaya menegaskan stabilitas fiskal dan kepemimpinan nasional tetap solid dalam mengawal pembangunan.

"Jadi, teman-teman investor tolong lihat lebih detail, pahami kondisi ekonomi kita seperti apa. Yang bisa saya katakan sekarang adalah fiskal bagus, ekonomi bagus, kepemimpinan bapak presiden masih cukup kuat untuk memastikan semua berjalan sesuai dengan strategi pembangunan presiden," tutur Purbaya, Menteri Keuangan.

Kondisi pasar yang memicu kepanikan ini turut mendapat perhatian dari pelaku industri keuangan global. Volume pelepasan aset di pasar keuangan domestik dinilai merepresentasikan pergeseran sentimen yang masif di kawasan Asia.

"Perdagangan paling populer di Asia saat ini adalah 'jual Indonesia'," kata George Boubouras, Kepala Riset di K2 Asset Management.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: ekonomi ihsg rupiah
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author