Gerakan Raise Calf Bantu Turunkan Lonjakan Gula Darah Setelah Makan
Kadar gula darah di dalam tubuh biasanya akan mengalami peningkatan setelah seseorang mengonsumsi makanan. Proses ini terjadi karena tubuh mengubah karbohidrat menjadi glukosa yang berfungsi sebagai sumber energi.
Lonjakan glukosa tersebut dapat bertahan dalam waktu yang lebih lama serta memiliki intensitas lebih besar pada penderita diabetes atau individu yang berisiko terkena penyakit tersebut. Dilansir dari Detik Health, terdapat aktivitas fisik sederhana yang dapat dilakukan bahkan dalam posisi duduk untuk mengendalikan kondisi ini.
Aktivitas fisik yang dimaksud adalah gerakan mengangkat serta menurunkan betis atau yang dikenal dengan istilah calf raises. Latihan ini berfokus pada pengaktifan otot soleus yang terletak di bagian dalam betis, tepat di bawah jaringan otot yang lebih besar.
Otot soleus memiliki karakteristik unik karena cenderung membakar glukosa dari aliran darah untuk menghasilkan energi. Karakteristik tersebut berbeda dengan mayoritas otot lain yang umumnya membakar glikogen atau gula cadangan yang tersimpan di dalam tubuh.
Penelitian menunjukkan bahwa mengaktifkan otot soleus melalui gerakan mengangkat betis mampu mengoptimalkan penyerapan glukosa. Sebuah studi bahkan mengungkapkan bahwa jenis latihan ini dapat menekan lonjakan kadar gula darah setelah makan hingga mencapai angka 52 persen.
Selain menjaga kestabilan glukosa, olahraga ringan ini berkhasiat untuk memperlancar sirkulasi darah di dalam tubuh. Langkah ini sekaligus dapat meminimalkan risiko pembentukan gumpalan darah berbahaya yang kerap dipicu oleh kebiasaan duduk yang terlalu lama.
Metode Melakukan Gerakan Angkat Betis
Penerapan gerakan calf raises dapat dilakukan secara mandiri dengan mengikuti langkah-langkah terstruktur berikut ini:
Pertama, posisikan tubuh duduk di atas kursi dengan meletakkan kedua telapak kaki secara rata menyentuh permukaan lantai. Kedua, tekan bagian telapak kaki ke bawah dengan memastikan seluruh jari-jari kaki tetap menempel kuat pada tanah.
Ketima, angkat bagian tumit ke atas setinggi mungkin yang bisa dijangkau lalu turunkan kembali secara perlahan ke posisi semula. Ulangi seluruh rangkaian gerakan tersebut selama durasi 3 hingga 5 menit, dengan target sekitar 50 kali repetisi setiap menitnya sesuai batas kemampuan tubuh.
Strategi Tambahan Mengontrol Glukosa Tubuh
Upaya mengendalikan kadar gula darah juga dapat didukung dengan menerapkan beberapa pola hidup sehat lainnya. Langkah pertama adalah mengurangi konsumsi jenis makanan tinggi karbohidrat serta beralih memilih menu dengan indeks glikemik yang lebih rendah.
Langkah kedua yakni menghindari penumpukan kalori dalam jumlah besar dengan cara membagi porsi makan menjadi lebih kecil. Selanjutnya, lakukan olahraga secara rutin guna meningkatkan sensitivitas insulin dan membantu tubuh memakai glukosa secara lebih efektif.
Berjalan kaki atau berdiri dalam durasi singkat sekitar 2 hingga 5 menit setelah makan juga direkomendasikan untuk memicu otot memakai glukosa sebagai bahan bakar. Kebiasaan ini efektif mencegah tubuh menyimpan gula secara berlebihan yang memicu kenaikan berat badan.
Tingkat keparahan gejala diabetes secara umum sangat dipengaruhi oleh seberapa tinggi kadar gula darah yang dimiliki oleh pasien. Menurut penjelasan spesialis penyakit dalam Prof Dr dr Ketut Suastika, SpPD-KEMD, terdapat tanda klasik dari penyakit ini yang wajib diwaspadai yaitu penurunan berat badan tanpa adanya penyebab lain yang jelas.