10 Ribu Pesilat Gelar Aksi Damai di Surabaya Tuntut Penangkapan Pelaku

Share

Sepuluh ribu pesilat berencana menggelar aksi damai di Surabaya pada Jumat siang, 31 Juli 2026, dengan tujuan menuntut penangkapan pelaku penganiayaan terhadap anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT).

Aksi ini akan berlangsung di dua titik utama, yaitu markas organisasi Maluku 1 Rasa (M1R) di Jalan Teuku Umar dan Polrestabes Surabaya, sebagai respons dari kasus dugaan penganiayaan dan pembacokan yang menimpa dua anggota PSHT yang bekerja sebagai petugas valet di kawasan Tegalsari.

Rencana unjuk rasa tersebut tercantum dalam surat pemberitahuan bernomor 022/AD-PSHT/VII/2026 yang diajukan kepada Kapolrestabes Surabaya, dan dijadwalkan dimulai sekitar pukul 13.00 WIB.

Kasat Intelkam Polrestabes Surabaya, Kompol Awaludin Wijaya, membenarkan penerimaan surat pemberitahuan dengan jumlah peserta diperkirakan mencapai 10 ribu orang.

"Surat pemberitahuan aksi memang sudah masuk dan kami terima. Jika teknisnya seperti itu, kami akan mediasi atau fasilitasi audiensi. Insya Allah bisa diaudiensikan," kata Awaludin dilansir dari CNN Indonesia.

Polisi mengantisipasi potensi kemacetan dengan menerapkan rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas jalan protokol di Surabaya pada hari yang sama.

Massa diperkirakan mulai berkumpul di Jalan Basuki Rahmat setelah Salat Jumat, lalu bergerak melalui rute yang meliputi Bundaran Waru, Jalan Ahmad Yani, Jalan Wonokromo, Jalan Raya Darmo, dan sejumlah jalan utama lainnya menuju lokasi aksi.

Kasat Lantas Polrestabes Surabaya, AKBP Galih Bayu Raditya, menyampaikan persiapan rekayasa arus lalu lintas di titik-titik yang dilalui massa untuk mengurangi kepadatan kendaraan.

"Arus lalu lintas dari Jalan Raya Darmo dialihkan ke Jalan Pandegiling sisi barat. Arus dari Jalan Pangsud menuju Jalan Basra diarahkan lurus ke Jalan Urip Sumoharjo," ujar Galih saat dikonfirmasi detikJatim.

Kendaraan dari Jalan Pandegiling menuju Jalan Teuku Umar akan diarahkan ke Jalan Imam Bonjol, begitu pula kendaraan dari Jalan RA Kartini menuju Jalan Teuku Umar akan dialihkan ke jalan yang sama.

Sementara itu, kendaraan dari Jalan Cokroaminoto dan Jalan Sam Ratulangi menuju Jalan Teuku Umar dialihkan melalui Jalan Pandegiling dan Jalan RA Kartini.

Polisi meminta pengendara mengikuti arahan petugas di lapangan dan menggunakan jalur alternatif jika melintasi kawasan terdampak aksi.

"Kami meminta kerja sama masyarakat pengendara agar tetap tertib dan sabar di jalan. Demi kelancaran bersama, mohon ikuti petunjuk dan pengalihan arus yang diarahkan petugas kami," tutur Galih.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: Aksi Damai pesilat surabaya
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author